14 Zulhijjah 1441 H / Selasa, 4 Agustus 2020
Generasi Masa Depan Harus Bebas dari Stunting
kampar | Kamis, 2 Juli 2020
Editor : wisly | Penulis : adi
Bupati Kabupaten Kampar, H Catur Sugeng Susanto saat menyerahkan bantuan makanan bergizi kepada bayi di Desa Sialang Kubang, Kecamatan Perhentian Raja.(adi)

SIALANG KUBANG - Bupati Kampar, H Catur Sugeng Susanto berharap program konvensi intervensi stunting berjalan sebagaimana mestinya. Seluruh OPD dan stakeholder pembangunan  dapat memberikan intervensi sesuai kapasitasnya masing-masing. 

"Persoalan stunting harus menjadi perhatian serius, karena berdampak buruk terhadap kemajuan dan pembangunan bangsa dan daerah. Generasi emas dan generasi harapan masa depan Kampar harus dibebaskan dari stunting," kata Bupati Kabupaten Kampar, seusai menyerahkan bantuan makanan bergizi kepada bayi stunting di Desa Sialang Kubang, Kecamatan Perhentian Raja, Kamis (02/07).

Dikatakannya, kasus stunting di Desa Sialang Kubang harus menjadi perhatian serius dan ditangani secara baik agar segera teratasi. "Penekanan angka stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan saja, tetapi harus menjadi tanggung jawab kita semua," ungkapnya.

Bupati menjelaskan, target nasional, kasus stunting harus berada di bawah 20% dari angka kelahiran bayi. Sementara presiden menargetkan harus mencapai 14%, dan Kabupaten Kampar menargetkan harus mampu di berada bawah 14%.

Berdasarkan data yang diterimanya, dari 354 bayi yang ada di Desa Sialang Kubang, terdapat 73 bayi yang termasuk stunting, ini berarti lebih dari 20% bayi di Sialang Kubang termasuk dalam kategori stunting.

Dijelaskannya, stunting merupakan bayi atau anak gagal tumbuh. Stunting biasanya disebabkan karena anak kekurangan asupan gizi yang berdampak secara akut dan kronis.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kabupaten Kampar, H Dedy Sambudi SKM M Kes mengatakan,  Desa Sialang Kubang merupakan salah satu desa dari 17 desa yang menjadi laju stunting di Kabupaten Kampar. Dari 354 Balita yang ada di Sialang Kubang, 73 anak darinya tergolong dalam pertumbuhan stunting.

Dikatakannya, stunting harus dilakukan intervensi secara menyeluruh. Kolabarosai semua OPD sangat dibutuhkan dalam penanganan stunting.*




Artikel Terbaru
etalase, Senin, 3 Agustus 2020
Permasa Jatim Provinsi Riau bersilahturahmi dengan FPK Riau. Pada.

pekanbaru, Senin, 3 Agustus 2020
Penerapan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan di Pekanbaru masih.

politik, Senin, 3 Agustus 2020
Proses pelaksanaan pencocokan dan penelitian (Coklit) daftar pemilih.

dumai, Senin, 3 Agustus 2020
Indonesia sambut peringatan Hari Mangrove se dunia dengan menjaga.

nasional, Senin, 3 Agustus 2020
Kementerian PAN-RB mengumumkan pencairan gaji ke-13 2020 diharapkan.

hukum, Senin, 3 Agustus 2020
Mahkamah Agung (MA) menerbitkan Peraturan Mahkamah Agung (Perma).

rohul, Senin, 3 Agustus 2020
Walapun di suasana pandemi Covid-19, kunjungan masyarakat ke obyek.

rohil, Senin, 3 Agustus 2020
Bupati Rokan Hilir (Rohil), H Suyatno mengisi kegiatan di hari libur.

pekanbaru, Senin, 3 Agustus 2020
Rekor baru, untuk kali pertamanya selama pandemi Covid-19 atau virus.

inhu, Senin, 3 Agustus 2020
Polres Inhu berhasil mengungkap kasus pembunuhan gajah di Kelurahan.

Otomotif