10 Rabiul Akhir 1442 H / Kamis, 26 November 2020
Kabur dari RSUD AA, Pasien Positif Covid-19 Naik Transportasi Umum ke Kepulauan Meranti
meranti | Minggu, 2 Agustus 2020
Editor : wisly | Penulis : ali
ilustrasi

SELATPANJANG - Seorang pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan diisolasi di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru diduga kabur ke Kepulauan Meranti, Kamis (30/7/2020) kemarin.

Pasien wanita yang diketahui berinisial SN (41) warga Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti itu kabur dari Pekanbaru menggunakan transportasi umum mobil travel menuju Pelabuhan Tanjung Buton, Kabupaten Siak dan dilanjutkan dengan menggunakan kapal Speed Boat yang diketahui ada sekitar 20 penumpang lainnya menuju Selatpanjang dan tiba pada pukul 11:00 WIB.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Meranti, Muhammad Fahri membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan laporan dari RSUD Arifin Achmad.

Saat ini pasien tersebut sudah diisolasi di RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Iya benar, saat ini SN diisolasi di BLK untuk antisipasi dini penularan. Sebab dia pulang sebelum dinyatakan negatif, ditakutkan untuk tidak terjadi penularan setempat," kata Muhammad Fahri, Minggu (2/8/2020).

Ketika ditanyakan kenapa SN bisa kabur hingga sampai ke Kepulauan Meranti, Fahri mengatakan bisa jadi kurangnya pengawasan.

"Terjaringnya SN sudah dari Arifin Achmad namun juga terpantau dari Meranti. Ya itulah masalahnya, pantauan mungkin kurang dari sana, Dinkes Kota Pekanbaru," ujar Fahri.

Fahri juga mengatakan pasien tersebut diduga terkonfirmasi positif saat menjalani perawatan di RSUD Arifin Achmad.

"Terkonfirmasi positif saat SN menjalani perawatan di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru," ujar Fahri.

Fahri mengungkapkan, semula SN berangkat ke Pekanbaru pada tanggal 13 Juli 2020 untuk menjalani operasi penyakit kista yang dialaminya. Lalu menjalani operasi pada 20 Juli 2020.

"Jadi sebelum operasi SN sudah berada di Pekanbaru dan tidak ada riwayat perjalanan lain," ungkap Fahri.

Walaupun demikian Fahri mengatakan sebelum menjalani operasi SN telah menjalani rapid test dan hasilnya negatif.

"Setiap pasien RSUD wajib menjalani tes swab. Jadi setelah operasi pada tanggal 23 Juli, SN menjalani swab dan hasilnya keluar pada tanggal 26, hasilnya positif," ungkap Fahri.

Dari kasus tersebut disampaikan Fahri SN diduga terjangkit Covid - 19 saat menjalani perawatan di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru.

"Sesuai analisis dan pengamatan kami, dia terjangkit selama perawatan di RSUD Arifin Achmad. Jadi bukan dari Kepulauan Meranti," ujar Fahri.

Fahri menambahkan, walau ada 1 warga yang terkonfirmasi positif, Kepulauan Meranti saat ini masih terbebas dari Covid-19 karena bukan berasal dari dalam daerah.

"Yang pasti Kepulauan Meranti masih zona hijau, karena asal terjangkitnya bukan dari tempat kita," pungkasnya. *




Artikel Terbaru
etalase, Rabu, 25 November 2020
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau menutup ramgkaian.

etalase, Kamis, 26 November 2020
Setelah sebelumnya meraih penghargaan tertinggi dari ISSA.

hukum, Rabu, 25 November 2020
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau telah menetapkan dua tersangka dalam.

dumai, Rabu, 25 November 2020
Isak tangis iringi prosesi pemakaman jenazah Wakil Walikota Dumai Eko.

hukum, Rabu, 25 November 2020
Empat tersangka sedang transaksi sabu disebuah rumah beralamat di.

pekanbaru, Rabu, 25 November 2020
Provinsi Riau terdapat penambahan 236 kasus terkonfirmasi Covid-19.

nasional, Rabu, 25 November 2020
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menyebut bantuan.

dumai, Rabu, 25 November 2020
Pemerintah Kota Dumai mengibarkan bendera setengah tiang sebagai.

hukum, Rabu, 25 November 2020
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sampai saat ini menangkap 17 orang.

pelalawan, Rabu, 25 November 2020
Bupati Pelalawan, H M Harris menyerahkan secara simbolis kartu tani.

Otomotif