5 Safar 1442 H / Rabu, 23 September 2020
OTG Covid-19 di PSBM Harus Isolasi di Rusunawa
pekanbaru | Rabu, 16 September 2020
Editor : wisly | Penulis : Novi Kawandi
ilustrasi

PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengharuskan orang tanpa gejala (OTG)  positif Covid-19 selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) menjalani isolasi di Rusunawa Rejosari, Jalan Teluk Lembu Ujung, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. OTG bisa menghubungi Puskesmas agar bisa dibawa ke Rusunawa.

"Dalam wilayah PSBM tidak ada isolasi mandiri di rumah. Tapi kami sediakan tempat isolasi yang telah disiapkan di Rusunawa Rejosari. Isolasi dibawah pengawasan pemerintah," ujar Walikota Pekanbaru, Firdaus, Rabu (16/9).

OTG Covid-19 di wilayah kecamatan Tampan bisa menghubungi Puskesmas untuk isolasi di Rusunawa Rejosari. Petugas akan mendampingi OTG ke Rusunawa Rejosari.

"Membawa OTG ke Rusunawa harus ada pendampingan Puskesmas dengan memakai protokol kesehatan, pakai APD level 3 dan menggunakan ambulans," kata Firdaus.

Jika kedatangan OTG ke Rusunawa tidak didampingi tim medis dan menggunakan ambulance, tidak bisa diterima oleh petugas kesehatan yang berjaga di Rusunawa Rejosari. "Jadi kalau tidak ada ambulan dan tim medis, tidak bisa kita terima di Rusunawa," tegasnya.

Anjuran OTG diisolasi di Rusunawa bertujuan memutus sebaran wabah Covid-19 yang mengalami peningkatan kasus sejak satu bulan terakhir khususnya di wilayah Kecamatan Tampan.

Firdaus menyebutkan, pada masa transisi pasca PSBB dulu, pasien OTG boleh menjalani isolasi mandiri di rumah. Praktiknya, banyak pasien OTG yang tidak disiplin. Selain itu ruang isolasi dirumah juga tidak memadai sehingga terjadi penularan terhadap keluarga dekat OTG.

"Jadi isolasi yang dijalankan maksimal, dan tidak terjadinya penularan akibat isolasi tidak disiplin. Untuk prosedurnya, OTG mesti menghubungi pihak Puskesmas setempat terlebih dahulu," sebutnya.

OTG akan menjalani isolasi di Rusunawa Rejosari sampai dinyatakan sembuh atau negatif dari Covid-19. Seluruh kebutuhan dan pengobatan OTG akan ditanggung Pemko Pekanbaru. "Kami mengajak masyarakat mengamalkan 4M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan," tambahnya.

Firdaus menyebut, dalam mengawasi 4M itu, tugas pemerintah melaksanakan 3T. T yang pertama yakni test. Pemerintah melakukan swab test atau rapid test kepada masyarakat baik secara massal maupun bergejala. Bila ada yang positif, maka ditelusuri kontak-kontak erat dari yang tertular. "T selanjutnya yaitu treatment atau mengobati dan merawat yang sudah tertular," tutupnya.*




Artikel Terbaru
etalase, Rabu, 23 September 2020
Situasi pandemi seperti saat ini merupakan pengalaman pertama yang.

dunia, Rabu, 23 September 2020
Arab Saudi telah mengumumkan pelayanan umroh akan dibuka kembali.

pekanbaru, Rabu, 23 September 2020
Ketua KPU Provinsi Riau, Ilham Muhammad Yasir yang kini tengah.

politik, Selasa, 22 September 2020
Mengingat Pilkada Riau 2020 berlangsung di tengah pandemi Covid-19,.

sportainment, Selasa, 22 September 2020
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pekanbaru terus.

dunia, Selasa, 22 September 2020
Dengan 75.083 kasus baru Covid-19 yang dilaporkan dalam 24 jam.

dumai, Selasa, 22 September 2020
Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli As, M.Si meminta kepada seluruh.

hukum, Selasa, 22 September 2020
M Alhadar, pengusaha rental mobil yang hilang sejak satu pekan lalu.

pekanbaru, Selasa, 22 September 2020
Jumlah kasus Covid-19 di Riau kembali bertambah, kali ini terdapat.

otomotif, Selasa, 22 September 2020
Asosiasi Industri Sepeda Motor (AISI) memperkirakan, total penjualan.

Otomotif