13 Rabiul Awwal 1442 H / Jumat, 30 Oktober 2020
Kejati Perpanjang Masa Penahanan Dua Tersangka Korupsi Media Pembelajaran di Disdik Riau
hukum | Rabu, 14 Oktober 2020
Editor : wisly | Penulis : Linda
ilustrasi

PEKANBARU - Masa penahanan dua tersangka dugaan korupsi pengadaan media pembelajaran (perangkat keras) Informasi Teknologi dan Multimedia untuk SMA sederajat di Dinas Pendidikan Riau. Kedua tersangka tetap jadi tahanan kota.

Kedua tersangka adalah Hafes Timtim adalah Kabid Pembinaan di Disdik Riau sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sedangkan Rahmad Dhanil adalah Direktur PT Airmas Jaya Mesin (Ayoklik.com) yang menjadi rekanan proyek.

Asisten Pidsus Kejati Riau, Hilman Azazi, mengatakan,
perpanjangan penahanan terhitung, Selasa (13/10) ini. "Kemarin perpanjangan penahanan," ujar Hilman, Rabu (14/10)

Hilman mengatakan, perpanjangan penahanan dilakukan karena proses pemberkasan terhadap kedua tersangka belum selesai.  Jaksa penyidik masih membutuhkan keterangan sejumlah saksi untuk melengkapi berkas tersebut. "Iya (berkas belum selesai)," kata Hilman.

Jika proses pemberkasan telah selesai, maka berkas akan diserahkan ke jaksa peneliti untuk ditelaah kembali. Jika masih ada kekurangan, jaksa peneliti akan mengembalikan berkas ke jaksa penyidik untuk dilengkapi lagi.

Hafes dan Rahmad sempat ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru sejak Senin, 20 Juli 2020. Penahanan itu ditangguhkan jadi tahanan kota pada Jumat, 7 Agustus 2020.

Alasan pengalihan penahanan itu, ada permohonan yang diajukan tersangka kepada tim penyidik. Jaminannya keluarga dan pengacara tersangka dengan janji tersangka tidak akan melarikan diri, mengulangi pidana, dan menghilangkan barang bukti.

Sebelumnya, Kepala Kejati Riau, Mia Amiati, menyebutkan, ada kongkalingkong dalam pengadaan media pembelajaran (perangkat keras) Informasi Teknologi dan Multimedia untuk SMA di Disdik Riau.

Hafes selaku PPK  tidak melakukan survei harga pasar dalam kegiatan pengadaan tersebut, mesti pelaksanaanya menggunakan e-Catalog. Disinyalir, menyusun harga perkiraan sendiri (HPS) berdasarkan pesanan broker, melakukan pengadaan dengan bersekongkol dengan pihak ketiga, serta menerima gratifikasi dan fasilitas dari pihak ketiga.

Tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) junto Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.*




Artikel Terbaru
dunia, Jumat, 30 Oktober 2020
Amerika Serikat memecahkan rekor kasus harian Covid-19 pada Kamis,.

pekanbaru, Jumat, 30 Oktober 2020
Positif Covid-19 di Provinsi Riau bertambah 161 kasus. Pekanbaru.

kampar, Jumat, 30 Oktober 2020
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

pekanbaru, Jumat, 30 Oktober 2020
Dalam mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Riau pada.

nasional, Jumat, 30 Oktober 2020
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyatakan bahwa sudah ada 18.

sportainment, Jumat, 30 Oktober 2020
Pertandingan kedua babak grup Liga Europa 2020/2021 digelar dini hari.

dunia, Jumat, 30 Oktober 2020
Sekitar 600 orang dari lintas agama, di 19 negara di lima benua.

pekanbaru, Jumat, 30 Oktober 2020
Dalam rangka melakukan antisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

nasional, Jumat, 30 Oktober 2020
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengungkapkan sudah ada 27.

meranti, Jumat, 30 Oktober 2020
Petugas gabungan yang melaksanakan pengamanan di Pos Pam Terpadu.

Otomotif


Senin , 19 Oktober 2020