8 Rabiul Akhir 1442 H / Selasa, 24 November 2020
Cegah Covid-19, Ini yang Perlu Diperhatikan Masyarakat Saat Libur Panjang
pekanbaru | Jumat, 30 Oktober 2020
Editor : wisly | Penulis : Rivo
ilustrasi

PEKANBARU - Dalam mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Riau pada saat libur panjang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) No : 309/2020 tentang Libur Panjang.

Di dalam SE tersebut, instruksinya tidak hanya melarang ASN dan pegawai pemerintah untuk bepergian keluar kota saja, tetapi mengatur bagaimana idealnya sebuah pengelola tempat wisata dalam melakukan operasional pada saat libur panjang di akhir Oktober 2020 ini.

Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Riau, Rozita mengatakan, walaupun imbauan pemerintah kepada masyarakat agar tetap berada di rumah saja saat libur panjang, namun tidak bisa juga melarang jika ada yang ingin yang bepergian.

"Karena masyarakat, punya hak untuk menikmati liburan atau mengunjungi keluarga, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan," ungkapnya Kamis (29/10/20).

Ia menjelaskan, ada tiga komponen yang berperan aktif dalam mengantisipasi penyebaran wabah corona di tengah situasi cuti bersama atau libur panjang kali ini.

"Dan komponen tersebut yakni, dari pemerintah sendiri, pekerja dan pengelola dari tempat wisata dan masyarakat yang melakukan perjalanan ke tempat wisata," terangnya.

Selain itu, pemerintah juga telah mengaktifkan kembali posko check point di setiap pintu masuk ke Riau, guna melakukan pengecekan kesehatan kepada orang yang keluar maupun masuk Riau. Dan ini dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran virus di Riau

"Marilah kita bersama - sama mematuhi protokol kesehatan dengan baik, karena penularan Covid-19 ini sendiri bisa melalui sentuhan, kontak erat, atau udara yang keluar saat berbicara. dan kita boleh saja melakukan kegiatan tapi harus tetap disiplin pada protokol kesehatan," ujarnya.

Lebih lanjut di jelaskannya, 3M merupakan standar dalam penerapan protokol kesehatan. Sedangkan tempat wisata sendiri harus dipersiapkan sedemikian rupa dalam menghadapi libur panjang dan cuti bersama.

"Terutama jika melakukan aktivitas di dalam ruangan dengan sirkulasi udara buruk. Itu sangat rawan tertular. Sedapat mungkin ada sinar matahari," sebutnya.

Syarat lain, tempat wisata wajib melakukan perilaku hidup bersih dan sehat. Jangan sampai orang yang bekerja di tempat wisata itu sendiri yang menularkan corona kepada pengunjung.

Selanjutnya juga membatasi jumlah pengunjung yang datang. Sebaik mungkin setengah dari kapasitas yang biasa tertampung. Kemudian jam operasional harus dibatasi.*

 




Artikel Terbaru
meranti, Selasa, 24 November 2020
Bhabinkamtibmas Kelurahan Selatpanjang Barat Polsek Tebing Tinggi,.

meranti, Selasa, 24 November 2020
Tingginya biaya upah angkut di Pelabuhan Tanjung Buton Kabupaten Siak.

nasional, Senin, 23 November 2020
Realisasi penerimaan pajak hingga 31 Oktober 2020 baru mencapai 69%.

dumai, Senin, 23 November 2020
Update perkembangan Covid-19 Kota Dumai hingga Minggu (22/11/2020).

politik, Senin, 23 November 2020
Pandemi Covid-19 memaksa sejumlah kegiatan dilakukan dengan metode.

pekanbaru, Senin, 23 November 2020
Meningkat lagi, kali ini Provinsi Riau kembali ada tambahan 113 kasus.

siak, Senin, 23 November 2020
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Siak, H Arfan Usman menyerahkan.

dunia, Senin, 23 November 2020
Utusan khusus Organisasi Kesehatan Dunia untuk Covid-19 mengkritik.

kampar, Senin, 23 November 2020
Bupati Kampar, H Catur Sugeng Susanto SH menghadiri acara Jonguok.

inhu, Senin, 23 November 2020
Jumlah pasien suspek Covid-19 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang.

Otomotif