9 Rabiul Akhir 1442 H / Rabu, 25 November 2020
Kisah Perjuangan Relawan Tionghoa Peduli Covid-19, Butuh Keberanian dan Belajar Berbagi
huawen | Sabtu, 21 November 2020
Editor : wisly | Penulis : wsl
Fransisca Juliana saat membagikan masker ke pengguna jalan.

PEKANBARU - Penanganan wabah Covid-19 dilakukan berbagai lapisan masyarakat, termasuk dari relawan Tionghoa Peduli. Salah satu relawannya, Fransisca Juliana membagikan ceritanya saat turun ke lapangan.

Pagi itu, Fransisca dan belasan Relawan Tionghoa Peduli Covid-19 tampak sibuk mengecek masker dan handsanitizer untuk dibagikan ke pengguna jalan yang melintas di Simpang SKA Pekanbaru. Ini kesekian kalinya Fransisca turun langsung ke lapangan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19 maupun dalam membantu masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

"Menjadi Relawan Tionghoa Peduli Covid-19 berdasarkan keinginan dan pilihan  kami. Saya merasa terpanggil untuk ambil bagian menjadi salah satu Relawan. Saya juga mengajak ketiga putra-putri saya," kata ibu lima orang anak ini membuka pembicaraan.

Dikatakannya, menjadi relawan diperlukan keberanian, karena pada saat orang berdiam di rumah, seorang relawan harus keluar menantang bahaya, yaitu resiko untuk terpapar virus Covid-19. Namun, hal tersebut bukanlah halangan bagi Fransisca untuk membantu sesama.

"Saya sadar tantangan terbesar menjadi seorang relawan adalah menghadapi musuh yang secara kasat mata siap menyerang kapan saja. Kita tahu penularan Virus Covid-19 sangat mudah. Inilah resiko yang harus saya hadapi sebagai seorang Relawan Tionghoa Peduli Covid-19. Saya harus pandai-pandai menjaga diri dan mematuhi protokol kesehatan," tambahnya.

Ia menceritakan pengalaman yang paling mengesankan sebagai seorang relawan, yaitu saat membagikan sembako secara door to door. "Inilah pengalaman yang berkesan di hati, dimana saya turun langsung menyerahkan bantuan ke tangan mereka yang berkekurangan dan membutuhkan. Di saat itu terasa hidup saya lebih berarti dan berguna untuk sesama," terangnya.

Selain itu, lanjutnya, turun langsung ke Pasar Tradisional DUPA Pekanbaru untuk membagikan masker ke pedagang maupun pembeli.

"Inilah pertama kali bagi saya masuk ke Pasar tradisional Dupa dan membagikan masker kepada para penjual yang ada di sana. Saya berinteraksi langsung dengan penjual dan mengedukasi pemakaian masker, karena pada saat itu masih banyak penjual yang belum memiliki kesadaran untuk memakai masker," tambah wanita kelahiran Pekanbaru, 16 April 1971 ini.

Pengalaman menarik lainnya saat menyerahkan bantuan APD ke Puskesmas yang terletak di perbatasan. Dimana pihak Puskesmas sangat tersentuh, karena merupakan bantuan yang pertama kali mereka terima.

Ditambahkannya, memutus mata rantai penyebaran Covid-19 merupakan tugas bersama. Penting untuk saling mengingatkan memakai masker dan menerapkan pola hidup sehat.

"Di sini saya belajar tentang berbagi kasih kepada sesama dan belajar lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, karena saya merasa bukan siapa-siapa apalagi di saat pandemi Covid-19 ini," tuturnya.

Relawan Tionghoa Peduli Covid-19 berasal dari pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau dan Ormas-ormas Tionghoa yang ada di Pekanbaru.

Para relawan Tionghoa Peduli Covid-19 mulai bertugas sekitar minggu terakhir bulan Maret 2020. Tentu saja pada saat awal Pandemi tidaklah mudah untuk mengumpulkan para relawan yang bersedia mengorbankan waktu dan tenaganya untuk turun langsung ke lapangan melakukan aksi sosial, apalagi dalam situasi dan kondisi pandemi Covid-19.

Adapun tugas-tugas  relawan Tionghoa Peduli Covid-19 di antaranya membungkus masker terbagi atas masker medis, masker kain, membungkus sembako, mempacking APD (Alat Pelindung Diri).

Kemudian menghitung stock APD yang terdiri dari berbagai jenis, seperti baju hazmat, masker medis dan kain, face shield, google, hand gloves panjang dan pendek, penutup kepala, hand sanitizer, penutup sepatu, sepatu boots, multivitamin.

Membagikan masker ke pasar-pasar tradisional, menyerahkan bantuan APD ke rumah sakit - rumah sakit negeri dan swasta, instansi pemerintah dan swasta serta organisasi masyarakat.

Menyerahkan bantuan APD ke berbagai puskesmas dan klinik. Ada juga tugas mengantarkan bantuan berupa tangki air pencuci tangan dan APD ke titik perbatasan yang ada di Pekanbaru dan lainnya, terutama kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

"Bahkan pada awal pandemi, sebagian relawan terpanggil turut mengantarkan dan menyemprotkan disinfektan di berbagai tempat," terang Fransiska yang memegang prinsip melayani sesama dengan hati.

.Menjadi seorang relawan penanggulangan covid-19 tidak dapat bekerja sendiri melainkan kekompakan team work. Dimana kita bekerja secara bersama- sama dengan relawan lain, baik pria maupun wanita. Diperlukan adanya koodinasi dan pembagian tugas agar tidak tumpang tindih dan berjalan lancar.

"Kita berharap kiranya pandemi covid-19 dapat segera teratasi karena telah berdampak dalam berbagai aspek kehidupan", harap relawan Tionghoa Peduli Covid-19 Riau itu mengakhiri pembicaraan.*




Artikel Terbaru
siak, Rabu, 25 November 2020
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Siak.

pelalawan, Rabu, 25 November 2020
Dinas Pekerjaan Umum & Penataan Ruang (PUPR) Pelalawan, Selasa.

pekanbaru, Rabu, 25 November 2020
Kasus Covid-19 di Riau masih terus bertambah, kali ini terdapat.

etalase, Rabu, 25 November 2020
Alumni SM N 3 Pekanbaru, Angkatan 1987 mengadakan Silaturahmi &.

etalase, Selasa, 24 November 2020
Kegiatan Riau Camp 2020 yang ditaja secara bersama oleh berbagai.

potensa, Rabu, 25 November 2020
Telkomsel sebagai digital telecommunication company paling Indonesia.

politik, Rabu, 25 November 2020
Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang (DPP PBB) melalui Badan.

nasional, Rabu, 25 November 2020
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memprediksi masa libur panjang akhir.

inhu, Rabu, 25 November 2020
Total kasus positif Covid-19 Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

kampar, Rabu, 25 November 2020
Wakil Ketua Pansus III DPRD Kampar, Efrinaldi SH dalam rapat bersama.

Otomotif