13 Rajab 1442 H / Kamis, 25 Februari 2021
Sagu Diusulkan Jadi Tambahan Bansos Sembako
meranti | Minggu, 24 Januari 2021
Editor : wisly | Penulis : ali
Sagu

SELATPANJANG - Komoditas pangan sagu di Kepulauan Meranti disarankan menjadi alternatif tambahan dalam program bantuan sosial (bansos) pemerintah, seperti bansos sembako yang dibagikan ke masyarakat.

Ada pun sembako tersebut dibagikan setiap bulan senilai Rp200 ribu, terdiri dari beras 8 kilogram, telur dan daging ayam serta sayur-sayuran. Langkah itu dinilai dapat membantu para petani dan pengusaha sagu yang saat ini tengah anjlok ditengah pandemi sekaligus dengan mengkonsumsi sagu masyarakat menjadi sehat.

Usulan itu diutarakan Penggiat sagu di Kepulauan Meranti, Abdul Manan. Menurutnya,  dampak pandemi semakin memperparah jalur distribusi produk sagu. Makanya, ditengah banyaknya anggaran untuk bansos, komoditas sagu bisa dijadikan pilihan bagi masyarakat kurang mampu.

Bantuan yang disalurkan itu dipandang sangat perlu jika dikombinasikan dengan produk pangan lokal agar sagu lebih digemari masyarakat.

"Dari bantuan yang disalurkan ke masyarakat kurang mampu,  kita hanya minta 30 persen saja kearifan lokal sagu ini dikombinasikan dalam bantuan tersebut, terserah lah nanti bantuannya seperti apa, apakah beras sagu, mie sagu dan produk lainnya. Kita minta kebijakan dinas terkait untuk memperhitungkan hal ini, karena ini juga merupakan bagian dari menghidupkan UMKM," kata Abdul Manan.

Dia menambahkan, langkah itu juga sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti yang memperjuangkan dan memperkenalkan sagu hingga ketingkat nasional untuk menjadikannya sebagai pangan alternatif pengganti beras.

"Bupati telah berhasil mengangkat dan menjadikan komoditi sagu menjadi salah satu sumber pangan nasional. Jangan sampai pula hal itu berbanding terbalik, kita di sini malah tidak gemar makan sagu, padahal mengkonsumsi sagu itu sangat mengenyangkan dan menyehatkan," lanjut Abdul Manan.

Sementara Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kepulauan Meranti, Agusyanto Bakar, menyambut baik adanya usulan tersebut.

Jika sebelumnya hanya ada komoditas bahan pangan sumber karbohidrat berupa beras yang dibeli oleh para KPM. Maka ditahun ini bisa saja ada penambahan pangan lokal berupa sagu.

"Jika dari sisi menghidupkan ekonomi kerakyatan ini sangat bagus, dan jika dipandang dari sisi kesehatan juga bagus, jadi usulan itu tidak ada salahnya dan sangat dibolehkan. Hanya saja hal ini harus diputuskan bersama karena banyak pihak yang terlibat. Untuk itu, isu ini akan kita bahas bersama dalam rakor yang akan kita laksanakan tidak lama lagi dan akan kita bicarakan di sana," ucap Agusyanto.*


 




Artikel Terbaru
dumai, Kamis, 25 Februari 2021
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Dumai meluas. Kepala BPBD.

pekanbaru, Kamis, 25 Februari 2021
Positif Covid-19 di Provinsi Riau bertambah 111 kasus baru. Pekanbaru.

etalase, Kamis, 25 Februari 2021
Seiring dengan banyaknya permintaan, PT. Gree Electric Appliances.

pekanbaru, Kamis, 25 Februari 2021
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Zul Ikram mengatakan bahwa.

kuansing, Kamis, 25 Februari 2021
Nasib nahas dialami Elpita (48) warga Dusun II Desa Kampung Baru.

otomotif, Kamis, 25 Februari 2021
Honda Soekarno Hatta (HSH) dan Honda SM Amin (HSA), Pekanbaru.

dunia, Rabu, 24 Februari 2021
Israel mengerahkan Buldoser untuk menghancurkan rumah kepala penjaga.

nasional, Rabu, 24 Februari 2021
Bank Syariah Indonesia Melatih Milenial Menjadi.

etalase, Kamis, 25 Februari 2021
Bagi sebagian orang, cacing merupakan hewan menjijikkan, namun bagi.

bengkalis, Kamis, 25 Februari 2021
Pada Minggu (21/2) kemarin, tim relawan Rumah Yatim berangkat menuju.

Otomotif