18 Rajab 1442 H / Selasa, 2 Maret 2021
Tiga Penulis Bincangkan Buku Puisi Para Pendaki
etalase | Minggu, 21 Februari 2021
Editor : wisly | Penulis : herlina

PEKANBARU - Bisik Langit Pasak Bumi adalah judul buku puisi yang ditulis 58 pendaki di berbagai wilayah di Indonesia. Buku ini terbitan Komunitas Seni Rumah Sunting tahun lalu, Sempena Hari Puisi Indonesia 2020.

Karena pandemi, buku ini baru bisa diperbincangkan Sabtu malam 20 Februari 2021  Kegiatan ini dilaksanakan di basecamp Rumah Sunting Jalan Handayani, Marpoyan Damai, Pekanbaru.

Dengan duduk melantai di halaman samping basecamp, kegiatan berjalan santai, tentu dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain dihadiri langsung secara terbatas oleh beberapa komunitas, juga disiarkan secara langsung di media sosial milik Rumah Sunting.

Tiga penulis memperbincangkan buku ini. Mereka adalah drh Chaidir (panulis/Pendaki), Bambang Kariyawan (sastrawan/penggiat Literasi) dan Zainul Ikhwan (penulis/Pendaki). Sedangkan tampil sebagai moderator yakni Siti Salmah, penyair dan penggiat Literasi yang juga anggota keluarga besar Rumah Sunting.

Selain memperbincangkan buku, merrka juga berbagi pengalaman tentang pendakian dan kepenulisan. semakin hangat ketika banyak yang bertanya. Tak heran jika acara ini berlangsung hingga tengah malam.

''Buku puisi ini tidak hanya menjadi bagian dari pentingnya literasi, tpi juga semangat menulis dan berbagi pengalaman selama pendakian melalui tulisan. Ya, bagaimana pendaki itu membingkai pengalaman dalam puisi. Kira-kira begitu,'', kata Bambang Kariyawan, salah seorang pembicara malam itu.

Bincang Karya kali ini dihadiri Tenaga Ahli Menteri KLHK, Dr Afni Zulkifli. Dikatakan Kunni, KLHK perlu  hadir mengingat buku tersebut dicetak oleh KLHK melalui Dirjen KSDAE.

''Konservasi itu sangat luas dan tidak bisa dikerjakan sendiri. Menjaga agar lingkungan alam Indonesia tetap lestari  harus dilakukan bersama-sama dan banyak caranya. Literasi Konservasi yang dilakukan Rumah Sunting ini jalan yang luar biasa. Apalagi melibatkan anak-anak muda. Yok bergerak dan berkolaborasi bersama untuk alam Indonesia,'' kata Afni.

Sementara itu, Pembina Rumah Sunting, Kunni Masrohanti, menjelaskan, Bincang Karya akan dilaksanakan minimal sebulan sekali.

''Insyaallah Bincang Karya akan dilaksanakan sebulan sekali. Santai, sambil duduk-duduk dan ngopi. Karena buku Bisik Langit Pasak Bumi yang diterbitkan belum pernah diperbincangkan, makanya kita perbincangan pertama kali. Insyaallah akan menyusul karya-karya lain yang akan diperbincangkan,'' kata Kunni.

Bincang Karya juga diramaikan dengan pembacaan puisi, musik dan musikalisasi puisi. Ada Bie Kibo, Salim Violin dan Miftah Kuala feat Hanif Muis.

Usai acara, Afni dan tamu yang datang menyempatkan diri melihat-lihat suasana di basecamp Rumah Sunting dengan lebih dekat. Mereka juga menikmati pustaka kecil milik Rumah Sunting yang bukunya terus berkurang karena disalurkan ke daerah-daerah pedalaman Riau melalui program Literasi Konservasi. (Lin)




Artikel Terbaru
pekanbaru, Selasa, 2 Maret 2021
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru belum menerapkan Pemberlakuan.

pelalawan, Selasa, 2 Maret 2021
Personil Polres Pelalawan dan Polsek jajaran yang dipimpin langsung.

nasional, Selasa, 2 Maret 2021
Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

nasional, Selasa, 2 Maret 2021
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mencatat ada.

potensa, Selasa, 2 Maret 2021
Proses alih kelola Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia.

etalase, Selasa, 2 Maret 2021
Program Relaksasi Iuran BPJAMSOSTEK yang bergulir sejak Agustus 2020.

dunia, Selasa, 2 Maret 2021
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pandemi Covid-19 tidak.

dumai, Selasa, 2 Maret 2021
Walikota Dumai, H Paisal SKM MARS meninjau tempat pembangunan embung.

hukum, Selasa, 2 Maret 2021
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara maraton melanjutkan.

pekanbaru, Selasa, 2 Maret 2021
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru melakukan pendataan.

Otomotif