2 Syawwal 1442 H / Jumat, 14 Mei 2021
Lebih 40 Anak Myanmar Tewas Dibunuh Militer
dunia | Jumat, 2 April 2021
Editor : wisly | Penulis : republika
Suasana demonstrasi antijunta militer di Myanmar. (republika)

YANGON - Organisasi perlindungan anak Save the Children melaporkan sejak kudeta 1 Februari lalu angkatan bersenjata Myanmar sudah membunuh 43 anak. Organisasi itu mengatakan situasi di negara Asia Tenggara itu sangat buruk, korban tewas paling muda berusia 6 tahun.

Jumat (2/4) BBC melaporkan kelompok pemantau kekerasan petugas keamanan mencatat hingga total korban yang tewas di tangan pihak berwenang mencapai 536 orang. Sementara itu pemimpin sipil Aung San Suu Kyi menghadapi dakwaan baru dengan tuduhan melanggar undang-undang kerahasiaan negara.

Pekan lalu Suu Kyi dan empat orang sekutu didakwa dengan pasal yang membuat mereka dapat dihukum 14 tahun penjara. Sebelumnya Suu Kyi didakwa memiliki walkie-talkie ilegal dan melanggar peraturan pembatasan sosial Covid-19 selama kampanye tahun lalu.

Kini ia dituduh mempublikasikan informasi yang mungkin dapat 'memicu ketakutan atau peringatan'. Kamis  (1/4) kemarin Utusan Khusus PBB untuk Myanmar Christine Schraner Burgener meminta Dewan Keamanan segera bertindak demi menghindari pertumpahan darah di negara itu.

Dalam sidang tertutup di PBB ia mengatakan militer Myanmar mengintensifkan penindakan keras terhadap pengunjuk rasa. Schraner Burgener memberitahu 15 negara anggota dewan, militer Myanmar yang merebut kekuasaan pada 1 Februari lalu tidak mampu mengelola negara.

Berdasarkan komentar yang dibagikan ke wartawan, Schraner Burgener memperingatkan situasi di lapangan dapat terus memburuk. "Pertimbangkan semua alat yang tersedia untuk mengambil tindakan kolektif dan lakukan hal yang pantas rakyat Myanmar dapatkan dan mencegah bencana multidimensi di jantung Asia," kata Schraner Burgener.

Ia menambahkan Dewan Keamanan harus mempertimbangkan 'tindakan yang berpotensi signifikan' demi mengubah arah perkembangan situasi karena 'pertumpahan darah sudah hampir terjadi'. Inggris yang meminta sidang PBB di New York ini digelar untuk merespon semakin buruknya kekerasan di Myanmar, dilansir dari Reuters.*




Artikel Terbaru
dunia, Kamis, 13 Mei 2021
Selama dua hari berturut-turut, India mencatat lebih dari 4.000.

dunia, Kamis, 13 Mei 2021
Israel telah menangkap 374 warga Palestina dari berbagai daerah.

pekanbaru, Kamis, 13 Mei 2021
Pada hari pertama Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah, Kamis (13/5/2021),.

pekanbaru, Kamis, 13 Mei 2021
Meski Pemerintah Kota Pekanbaru sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) .

etalase, Kamis, 13 Mei 2021
Dini hari, Rabu, 30 Ramadhan, 1442 Hijriyah, jelang persiapan sahur.

nasional, Kamis, 13 Mei 2021
Setiap tahun, angka penduduk usia kerja di Indonesia mengalami tren.

hukum, Kamis, 13 Mei 2021
Moment Idul Fitri 1442 hijriyah terdapat 5.724 warga binaan di Riau.

sportainment, Kamis, 13 Mei 2021
Atletico Madrid berhasil mengalahkan Real Sociedad 2-1 di jornada.

nasional, Jumat, 14 Mei 2021
Tiga orang pemudik dari Provinsi Riau yang mencoba mudik ke Sumatera.

pekanbaru, Jumat, 14 Mei 2021
Sebanyak 18 pengaduan masuk di Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya.

Otomotif