2 Syawwal 1442 H / Jumat, 14 Mei 2021
Diskes Rohil Prioritaskan Vaksin Sinovac untuk Lansia
rohil | Rabu, 7 April 2021
Editor : wislysusanto | Penulis : afrizal
ilustrasi

BAGANSIAPIAPI - Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) akan memprioritaskan vaksin sinovac bagi masyarakat lanjut usia (lansia). Hal ini sesuai instruksi dari pihak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI). 

"Untuk pemberian vaksin bagi lansia ditargetkan sebanyak 44.376 dosis, sementara capaian saat ini baru sebanyak 670 dosis pada vaksin tahap pertama, sedangkan pada vaksin tahap kedua baru sekitar 14 dosis," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kadiskes Rohil, H Ahmad Yusuf SSos MH, diruang kerjanya, Rabu (7/4) . 

Menurut Ahmad Yusuf, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohil sudah melakukan vaksin sinovac penangkal Covid-19 pada Februari lalu sesuai dengan pemetaan yang dilakukan. Untuk kebutuhan vaksin bagi masyarakat Rohil itu sebanyak 160.306 dosis, Sementara yang diterima baru 20.180 dosis.

Untuk realisasi vaksin dari angka 20.480 dosis itu, 14.589 dosis sudah terpakai atau sudah divaksin. Sedangkan sisanya sebanyak 5.591 dosis akan dipakai untuk vaksin tahap kedua. "Sisa dosis sinovac sebanyak 5.591 itu bukan tidak terpakai, akan tetapi digunakan untuk vaksin tahap kedua," ujar Ahmad Yusuf. 

Untuk tenaga sehatan sendiri, lanjutnya, target sebanyak 2.229 dosis, capaian saat ini baru sekitar  2.110 dosis pada vaksin tahap pertama. Sedangkan yang belum melakukan vaksin pada tahap kedua sebanyak 1.916 dosis. 

Sekretaris Diskes Rohil itu juga menerangkan, untuk pelayanan publik ditargetkan sebanyak 33.906 dosis. Yang sudah melakukan vaksin pada tahap pertama sebanyak 7.485 dosis dan tahap kedua sebanyak 2.464 dosis. 

"Maka selisih sisa vaksin yang ada sebanyak 5.591 ini nantinya untuk menyisihkan orang yang sudah mendapatkan vaksin pertama. Karena interval waktu yang ditentukan yakni 14 sampai 28 hari setelah disuntik dosis pertama mereka wajib disuntik dosis kedua," sebutnya.

Ahmad mengkhawatirkan, apabila orang yang sudah mendapat vaksinasi dosis pertama lalu tidak mendapatkan dosis kedua, dikhawatirkan dosis vaksinasi tidak bekerja dengan baik atau gagal. 

Dikatanya lagi, sejauh ini vaksin yang dilakukan tidak ada yang mengalami efek samping. "Umumnya di Riau dan khusus di Rohil belum ada keluhan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI)  setelah divaksin. Yang ada hanya efek ringan demam biasa, mengantuk, dan tidak mau tidur, itupun tidak berlangsung lama," pungkasnya.*




Artikel Terbaru
dunia, Kamis, 13 Mei 2021
Selama dua hari berturut-turut, India mencatat lebih dari 4.000.

dunia, Kamis, 13 Mei 2021
Israel telah menangkap 374 warga Palestina dari berbagai daerah.

pekanbaru, Kamis, 13 Mei 2021
Pada hari pertama Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah, Kamis (13/5/2021),.

pekanbaru, Kamis, 13 Mei 2021
Meski Pemerintah Kota Pekanbaru sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) .

etalase, Kamis, 13 Mei 2021
Dini hari, Rabu, 30 Ramadhan, 1442 Hijriyah, jelang persiapan sahur.

nasional, Kamis, 13 Mei 2021
Setiap tahun, angka penduduk usia kerja di Indonesia mengalami tren.

hukum, Kamis, 13 Mei 2021
Moment Idul Fitri 1442 hijriyah terdapat 5.724 warga binaan di Riau.

sportainment, Kamis, 13 Mei 2021
Atletico Madrid berhasil mengalahkan Real Sociedad 2-1 di jornada.

nasional, Jumat, 14 Mei 2021
Tiga orang pemudik dari Provinsi Riau yang mencoba mudik ke Sumatera.

pekanbaru, Jumat, 14 Mei 2021
Sebanyak 18 pengaduan masuk di Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya.

Otomotif