9 Ramadhan 1442 H / Rabu, 21 April 2021
81 Juta Orang akan Mudik Bila tidak Dilarang
nasional | Rabu, 7 April 2021
Editor : wislysusanto | Penulis : republika
ilustrasi

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut bila pemerintah tidak mengeluarkan larangan mudik maka akan ada 81 juta orang pulang ke kampung halaman pada libur panjang Lebaran 2021. Angka itu menurutnya berdasarkan survei dilakukan Kemenhub.

"Kami sampaikan bahwa Kementerian Perhubungan melakukan suatu survei terhadap sejumlah responden yang banyak, hasilnya bila tidak ada larangan mudik maka 33 persen orang masih mudik. Artinya ada 81 juta orang akan mudik," kata Menhub Budi Karya di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (7/4).

Larangan mudik Lebaran 2021 berlangsung selama 12 hari yaitu 6-17 Mei 2021 bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), BUMN, TNI-Polri, karyawan swasta maupun pekerja mandiri. Masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan yang disinyalir bakal berpotensi menularkan Covid-19.

"Tetapi kalau ada larangan mudik, orang yang ingin mudik 11 persen dengan angka 27 juta. Itu jumlah yang banyak dan kami mengidentifikasi tujuan mudik yang paling banyak dari Jabodetabek ke Jawa Tengah sebanyak 37 persen atau kurang lebih 12 juta, Jawa Barat 23 persen atau 6 juta dan Jawa Timur," tambah Menhub Budi Karya.

Menhub Budi Karya pun memaparkan sejumlah strategi yang akan diterapkan dalam pelarangan tersebut. "Berkaitan dengan darat, kita kami berkoordinasi dengan polisi dan Kakorlantas bahwa kita secara tegas melarang mudik dan akan melakukan penyekatan di lebih dari 300 lokasi, sehingga kami menyarankan agar bapak dan ibu tidak meneruskan rencana mudik dan tinggal di rumah," ujar Menhub.

Mereka yang akan disekat, kata dia, termasuk pengguna mobil pribadi maupun truk pelat hitam. "Di laut memang terjadi suatu pergerakan, kita hanya memberikan fasilitas bagi mereka yang dikecualikan oleh Menko PMK, oleh karenanya kita berikan layanan secara terbatas," tambah Menhub.

Bagi daerah yang memang secara khusus banyak melakukan mudik seperti di Riau, dari Kalimantan ke Jawa dan di Jawa Timur, Menhub mengimbau tidak melakukan mudik. "Di kereta api, kita akan melakukan pengurangan suplai dengan hanya memberikan kereta luar biasa dan secara khusus bagi aglomerasi katakanlah Jabodetabek lalu di Gerbang Kertosusila yaitu aglomerasi dari Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya Sidoarjo, Lamongan dan juga Bandung kita juga akan menurunkan suplai," ungkap Menhub.

Walaupun larangan mudik berlaku bagi siapapun, namun ada kebijakan bagi orang tertentu yang diperkenankan untuk tetap melakukan perjalanan. Mereka adalah orang-orang yang memenuhi syarat sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah yaitu bagi ASN atau BUMN yang sedang melakukan perjalanan dinas, dengan syarat surat tugas yang ditandatangani oleh pejabat minimal eselon 2 bagi ASN dan BUMN.

Selain itu bagi masyarakat yang memiliki keperluan mendesak diperbolehkan melakukan perjalanan dengan syarat harus disertai keterangan dari kepala desa bahwa mereka ada keperluan mendesak.*




Artikel Terbaru
dumai, Selasa, 20 April 2021
Para tenaga medis di RSUD Dumai menggelar aksi mogok kerja sejak.

pekanbaru, Selasa, 20 April 2021
Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru mengklaim.

politik, Selasa, 20 April 2021
Usai sudah serangkain rangkaian perhelatan pemilihan Bupati/Wakil.

kampar, Selasa, 20 April 2021
Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto melaksanakan Safari Ramadhan 1442.

pekanbaru, Selasa, 20 April 2021
Tapir yang merupakan salah satu satwa dilindungi, memasuki permukiman.

hukum, Selasa, 20 April 2021
Subdit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ditreskrimum Polda Riau,.

hukum, Selasa, 20 April 2021
Polri memastikan tersangka kasus penodaan agama Jozeph Paul Zhang.

rohul, Selasa, 20 April 2021
Sekretaris Daerah (Sekda) Rokan Hulu (Rohul) H.Abdul Haris mewakili.

pekanbaru, Selasa, 20 April 2021
DN yang merupakan salah seorang bidan di Pekanbaru dilaporkan ke.

potensa, Selasa, 20 April 2021
Hotel Batiqa Pekanbaru kembali memanjakan tamu dengan menghadirkan.

Otomotif