8 Zulqaidah 1442 H / Jumat, 18 Juni 2021
Israel Keluarkan Surat Pembongkaran, Puluhan Warga Palestina Diusir
dunia | Kamis, 10 Juni 2021
Editor : wislysusanto | Penulis : republika
Seorang wanita warga Palestina memprotes penggusuran tanahnya.

YERUSALEM - Kota Yerusalem yang dikelola Israel pada Senin (7/6) mengeluarkan perintah pembongkaran untuk puluhan keluarga Palestina di pinggiran Al-Bustan, di lingkungan Silwan Yerusalem Timur yang diduduki. Keluarga Palestina itu diminta untuk meninggalkan rumah mereka hingga 21 hari setelah menerima surat perintah pembongkaran.

"Kami ingin memberi tahu Anda bahwa kami akan melakukan pembongkaran sesuai dengan keputusan pengadilan. Untuk meminimalkan kerusakan, Anda harus meninggalkan rumah hingga 21 hari setelah menerima surat ini. Pemerintah kota tidak bertanggung jawab untuk kerusakan properti jika rumah tidak dievakuasi seperti yang disebutkan," ujar surat perintah itu, dilansir Middle East Monitor, Kamis (10/6).

Surat perintah pembongkaran dikeluarkan setelah pengadilan Israel menunda keputusan atas banding yang diajukan oleh dua dari tujuh keluarga Palestina di Silwan bulan lalu. Dua keluarga itu menghadapi pemindahan paksa dari rumah mereka.

Warga Silwan telah berkumpul bersama puluhan pendukungnya untuk mengecam perintah pembongkaran tersebut. Namun, pasukan keamanan Israel melakukan tindakan keras dengan memukuli para pengunjuk rasa.

Pasukan Israel menangkap Sultan Surhan dan Qutaiba Odeh yang masing-masing berusia 16 tahun. Mereka adalah warga Silwan yang rumahnya diancam dengan perintah pembongkaran. Qutaiba Odeh mengatakan bahwa apa yang terjadi di Sheikh Jarrah, sekarang terjadi di Silwan.

Lingkungan Al-Bustan di Silwan, yang terletak di selatan Kota Tua, memiliki 119 keluarga di 88 bangunan yang terancam dibongkar untuk dijadikan taman arkeologi Israel. Israel telah secara resmi mengubah nama Al-Bustan menjadi Gan Hamelekh (Taman Raja). Israel mengklaim bahwa tanah itu adalah taman untuk raja-raja Israel ribuan tahun yang lalu.

Israel menerapkan kebijakan untuk membongkar rumah dan menghancurkan properti milik keluarga Palestina. Pembongkaran tersebut dianggap sebagai hukuman kolektif ilegal, dan merupakan pelanggaran hukum hak asasi manusia internasional.*




Artikel Terbaru
pekanbaru, Jumat, 18 Juni 2021
Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr Sukirman Lanud Roesmin Nurjadin.

dumai, Jumat, 18 Juni 2021
Setelah diberitakan bahwa korban jiwa atas meledaknya tangki timbun.

etalase, Jumat, 18 Juni 2021
Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi meresmikan Vaksin.

pekanbaru, Jumat, 18 Juni 2021
Pemerintah Provinsi Riau terus mengantisipasi terjadinya kebakaran.

dunia, Jumat, 18 Juni 2021
Polisi Israel menangkap Imam Masjid Agung Ludd Sheikh Yusef al-Baz di.

sportainment, Jumat, 18 Juni 2021
Tiga tim memastikan lolos ke babak 16 besar Piala Eropa 2020. Adalah.

inhu, Jumat, 18 Juni 2021
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melaksanakan Sosialisasi.

pekanbaru, Jumat, 18 Juni 2021
Setelah melaksanakan terbang familiarisasi, para penerbang tempur.

nasional, Jumat, 18 Juni 2021
Positif Covid-19 di RI terus bertambah. Pada Kamis (17/6), Covid-19.

etalase, Jumat, 18 Juni 2021
Kejaksaan Negeri yang ada di Provinsi Riau bersama BPJAMSOSTEK.

Otomotif