|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

KAMPAR - Ribuan umat Buddha se-Indonesia meriahkan Waisak Nasional Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) di Komplek Situs Candi Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (25/5).
Ritual acara Waisak Nasional tahun 2019 diawali dengan parade mengelilingi komplek Candi Muara Takus oleh 80 biksu sambil membawa air suci dari enam sumber mata air di Riau.
"Tahun ini, perayaan Waisak Nasional kita pusatkan di Candi Muara Takus. Terdapat 3500 umat Buddha yang hadir dari 27 provinsi se-Indonesia, mulai dari pulau Sumatera hingga Papua Barat," kata Ketua Panitia Waisak Nasional KBI, YM B Bhadravirya Sthavira dalam kata sambutannya.
Selain itu, lanjutnya, menunjukkan kepada dunia bahwa Agama Buddha pernah berjaya di pulau Sumatera. Kedepannya, lanjutnya, Waisak Nasional bisa digelar di seluruh situs Buddha di Indonesia.
Sementara itu, Ketua DPP Majelis Buddhayana Indonesia (MBI), UP Amin Untario ST menjelaskan, perayaan Waisak secara nasional merupakan yang pertama kali dilaksanakam di candi tertua di Riau ini.
"Waisak merupakan momen yang ditunggu umat Buddha dan tema yang dipilih Mencintai Tanah Air Indonesia," terangnya.
Waisak nasional turut dihadiri umat Buddha dari negara tetangga, di antaranyaThailand, Jepang, Malaysia, dan Singapura. Kehadiran umat Buddha dari mancanegara hanya sebagai tamu, tidak terlibat dalam rangkaian kegiatan Waisak nasional.
Hadir juga tamu dari pemerintahan, Gubernur Riau, syamsuar, Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto, Menteri Agama yang diwakili Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI, Caliadi, Dinas pariwisata Kampar dan lainnya. Sedangkan puncak acara pelepasan 2.019 lampion.*