Jul 2026
02

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Kontras: Pemerintah Gagal Jelaskan Dalang Kerusuhan 22 Mei
nasional | Senin, 30 November -0001 | 00:00:00 WIB
Editor : Apj | Penulis : Vivanews
Ratusan masa saat terlibat aksi unjukrasa yang berakhir ricuh di Jakarta beberapa hari lalu. (int)

JAKARTA – Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) menilai pemerintah gagal memberi kejelasan soal siapa sebetulnya yang menjadi dalang kerusuhan aksi 22 Mei 2019. Padahal pemerintah sudah mengklaim tahu siapa dalang kerusuhan, namun masih merahasiakan orang yang dimaksud.

Beberapa kali, lanjut Yati Andriani, Koordinator Kontras, pemerintah yang diwakili oleh Kepolisian maupun Kemenko Polhukam menyebut bahwa peserta aksi itu adalah preman yang dibayar. Mereka disebut preman bertato yang dibayar untuk melakukan tindakan kerusuhan.

"Kapolri juga menyatakan menemukan amplop berisi uang dan ada massa bayaran. Namun sampai saat ini, pernyataan-pernyataan itu juga seperti tidak ada kejelasan," kata Yati di kantor YLBHI, Jakarta, Minggu, (26/05)

Baca :

Sejauh ini, sambung dia, pernyataan yang disampaikan dalam jumpa pers atau siaran pers itu tidak mampu meredam situasi. Pemerintah disebut hanya menggembar-gemborkan berhasil mengungkap dalang kerusuhan namun tidak secara jelas mengungkap siapa dalang sebenarnya.
 
"Harusnya ini ada mekanisme akuntabilitas yang jelas, jangan sampai hanya disebut ada dalang disebut pihak ketiga, disebut ada penunggang tetapi pemerintah gagal menjelaskan, siapa sebetulnya yang disebut dalang itu," katanya seperti dilansir vivanews.

Menurutnya, hal ini sangat penting bagi publik. Bukan hanya soal akuntabilitas, namun juga untuk meminimalisir potensi kerusuhan ke depan. Selain itu, ini juga penting untuk memudahkan upaya penegakan hukum yang ada di Indonesia.

"Jadi jangan sampai banyak informasi yang dipublikasi, tapi sebetulnya kejelasan dari informasi itu sendiri tidak jelas sampai sekarang. Ini kita lihat terus terjadi direproduksi atau dipublikasi oleh pihak-pihak Otoritas di negara kita," katanya. (/*)

Terbaru
sportainment
Sengit, Belgia Pulangkan Senegal Dari Piala Dunia
Kamis, 2 Juli 2026 | 07:36:02 WIB
meranti
Bupati Asmar Rotasi 38 Pejabat Eselon III dan IV
Rabu, 1 Juli 2026 | 21:14:34 WIB
rohil
Festival Bakar Tongkang 2026, Dua Tiang Kapal Jatuh ke Laut
Rabu, 1 Juli 2026 | 20:02:10 WIB
hukum
KPK Tetapkan Bupati Kuansing Tersangka Suap
Rabu, 1 Juli 2026 | 18:30:09 WIB
pekanbaru
Jalur Domisili Dominasi Pendaftaran SPMB SD Pekanbaru
Rabu, 1 Juli 2026 | 13:00:00 WIB
华 闻
Andrie Djaja Kembali Pimpin FOBI...
Minggu, 28 Juni 2026 | 00:36:14 WIB
HUT Dewa Kwan Te Kong di Kwan Te Karya Agung...
Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:52:06 WIB
Artikel Popular
4
5
politik
hukum
KPK Tetapkan Bupati Kuansing Tersangka...
Rabu, 1 Juli 2026 | 18:30:09 WIB
Nasional
PT Inti Indosawit Subur Perkuat Program CSR di...
Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:07:59 WIB