Feb 2026
15

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Pemerintah Tetapkan Idul Adha Bertepatan Jumat 6 Juni 2025
nasional | Selasa, 27 Mei 2025 | 20:22:42 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : republika

JAKARTA — Sidang isbat penentuan awal Dzulhijjah 1446 Hijriyah/2025 M yang dipimpin Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar menetapkan awal Dzulhijjah bertepatan Rabu 28 Mei 2025. Dengan demikian Idul Adha bertepatan dengan Jumat 6 Juni 2025. 

"Semua laporan dari berbagai tempat Tanah Air, sampai detik akhir belum ada laporan, sempat detik menegangkan, last minute ada yang saksikan bulan di Aceh, pak Nabil, disumpah pihak berwenang. Kita simpulkan awal Dzulhijjah setelah terima laporan seluruh titik rukyat, kita bisa simpulkan bahwa tanggal 1 Dzulhijjah jatuh pada hari Rabu 28 Mei 2025, sehingga 1 Dzulhijjah bertepatan dengan Jumat 6 Juni 2025," kata Prof Nasaruddin.

Sebelum menentukan awal Dzulhijah, Kemenag melakukan pemantauan hilal (rukyatulhilal) di 114 titik di seluruh wilayah Indonesia.

Baca :

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat mengatakan, hasil rukyatulhilal beserta data hisab mengenai posisi hilal akan dibahas dalam sidang isbat ini.

''Keputusan yang dihasilkan akan menjadi dasar penetapan awal Dulhijah 1446 H sekaligus penentuan Hari Raya Idul Adha 2025," ujar Arsad dilansir dari laman Kemenag, Selasa (27/5/2025).

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat mengatakan, hasil rukyatulhilal beserta data hisab mengenai posisi hilal akan dibahas dalam sidang isbat ini.

''Keputusan yang dihasilkan akan menjadi dasar penetapan awal Dzulhijah 1446 H sekaligus penentuan Hari Raya Idul Adha 2025," ujar Arsad dilansir dari laman Kemenag, Selasa (27/5/2025).

Arsad menjelaskan, berdasarkan hasil perhitungan Tim Hisab Rukyat Kemenag, posisi hilal pada saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia sudah berada di atas ufuk, yakni antara 0° 44,15’ (nol derajat empat puluh empat koma lima belas menit) hingga 3° 12,29’ (tiga derajat dua belas koma dua puluh sembilan menit).

Sementara itu, sudut elongasi berkisar antara 5° 50,64’ (lima derajat lima puluh koma enam puluh empat menit) hingga 7° 6,27’ (tujuh derajat enam koma dua puluh tujuh menit).

Menurut Arsad, kondisi tersebut telah memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yang menjadi acuan utama dalam penetapan awal bulan Hijriyah di kawasan Asia Tenggara.*

Terbaru
华 闻
Jelang Imlek, Warga Tionghoa Mulai Bersihkan...
Rabu, 11 Februari 2026 | 15:55:56 WIB
Artikel Popular
3
politik
Mensesneg Pastikan Tidak Ada Reshuffle Jelang...
Selasa, 10 Februari 2026 | 20:27:33 WIB
DPR RI Apresiasi Inovasi Green Policing Polda...
Senin, 26 Januari 2026 | 22:39:16 WIB
DPR akan Perhatikan Partisipasi Publik Soal RUU...
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:18:16 WIB
hukum
KPK Periksa Plt Gubri, Sekda Riau dan Bupati...
Kamis, 12 Februari 2026 | 09:04:57 WIB