Jun 2026
30

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
PGN Perkuat Infrastruktur Gas Nasional, Jawab Tantangan Ketimpangan Pasokan dan Permintaan
nasional | Rabu, 23 Juli 2025 | 09:41:00 WIB
Editor : bambang | Penulis : Rls
Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko

JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas dari Pertamina, menegaskan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur gas bumi nasional demi memastikan pasokan energi bersih yang andal, terjangkau, dan merata. Melalui strategi pengembangan jangka panjang, PGN fokus mengatasi ketimpangan antara lokasi pasokan dan permintaan gas, khususnya di wilayah Sumatera dan Jawa bagian barat.

Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko, menyebut bahwa infrastruktur memegang peran kunci dalam menghubungkan titik produksi dan titik konsumsi gas bumi.

“Permintaan gas bumi di wilayah Sumatera dan Jawa bagian barat sangat tinggi, namun infrastruktur yang memadai masih kurang. Sementara itu, pasokan gas justru berlebih di Jawa Timur,” ujarnya dalam diskusi Coffee Morning bersama CNBC Indonesia, Rabu (17/7/2025).

Baca :

Hal senada juga diungkapkan Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, Kurnia Chairi. Ia menegaskan bahwa secara nasional pasokan gas masih mencukupi, bahkan Indonesia masih melakukan ekspor. Namun, tantangan terbesar adalah ketidaksesuaian lokasi antara sumber produksi dan area konsumen.

“Secara keseluruhan kita tidak defisit karena masih ekspor. Tapi seperti yang disampaikan Pak Arief, buyer banyak terkonsentrasi di area yang tidak berdekatan dengan sumber pasokan,” jelas Kurnia.

Sebagai solusi jangka menengah, PGN mulai memanfaatkan gas alam cair (LNG) sebagai alternatif pasokan untuk menjangkau wilayah-wilayah dengan keterbatasan infrastruktur pipa. Namun, Arief menekankan pentingnya memastikan keberlanjutan pasokan LNG domestik agar tetap kompetitif dari sisi harga bagi pelanggan.

Ketua Indonesian Gas Society (IGS), Aris Mulya Azof, juga menyoroti tantangan baru dalam pemanfaatan LNG, terutama dari sisi harga yang mengikuti fluktuasi internasional dan kompleksitas infrastrukturnya. Ia menilai diperlukan kebijakan terintegrasi dari pemerintah untuk menjaga keberlanjutan dan keterjangkauan harga LNG di dalam negeri.

Saat ini, PGN tengah menjalankan sejumlah proyek strategis guna memperkuat jaringan distribusi gas nasional. Di antaranya pembangunan Pipa Tegal–Cilacap, pengembangan Terminal LNG Arun, serta revitalisasi Floating Storage Regasification Unit (FSRU) dan fasilitas penyimpanan. Sebanyak 67% dari total belanja modal (capex) PGN dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur ini.

Arief menyebut bahwa kondisi gas nasional saat ini ditentukan oleh empat faktor utama availability (ketersediaan pasokan), accessibility (akses infrastruktur), affordability (daya beli pelanggan), dan **sustainability (keberlanjutan operasional dan kebijakan).

Melalui strategi Grow Adapt Step Out (GAS), PGN terus memperluas jangkauan distribusi dan memperkuat sistem gas nasional. Untuk itu, Arief menekankan pentingnya dukungan regulasi dari pemerintah, termasuk pemberian stimulus agar PGN bisa memperoleh LNG dengan harga yang kompetitif.

“Dengan dukungan pemerintah, PGN siap menjangkau penyaluran energi bersih ke seluruh wilayah Indonesia,” tutup Arief menegaskan kembali komitmen perusahaan dalam memperkuat ketahanan energi nasional. (*)

Terbaru
华 闻
Andrie Djaja Kembali Pimpin FOBI...
Minggu, 28 Juni 2026 | 00:36:14 WIB
HUT Dewa Kwan Te Kong di Kwan Te Karya Agung...
Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:52:06 WIB
Artikel Popular
politik
hukum
Nasional
PT Inti Indosawit Subur Perkuat Program CSR di...
Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:07:59 WIB