|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

SIAK – Pelabuhan Tanjung Buton di Kabupaten Siak berada di ambang krisis. Pantauan langsung di lapangan menunjukkan antrean panjang truk-truk bermuatan berat, jalan pelabuhan yang rusak parah, dan struktur jembatan yang mulai menurun pada bagian tengahnya. Kondisi ini bukan sekadar mengkhawatirkan, tapi juga mengancam keselamatan.
Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan, angkat suara atas situasi ini. Dengan nada prihatin, ia menegaskan bahwa kerusakan tersebut merupakan akibat dari minimnya pengawasan serta tidak adanya pemeliharaan rutin.
“Truk-truk pengangkut cangkang bermuatan besar antre di atas badan jembatan. Akibatnya, jembatan mengalami penurunan struktur. Ini jelas membahayakan,” ujarnya, belum lama ini.
Ngah sapaan akrab Indra Gunawan mendesak agar pengelolaan pelabuhan diserahkan kepada Badan Usaha Pelabuhan (BUP) atau mitra profesional. Menurutnya, di tengah tekanan fiskal, pelabuhan seharusnya bisa menjadi mesin penggerak ekonomi daerah.
“Di tengah kondisi keuangan yang sulit, seharusnya pelabuhan ini bisa menjadi sumber PAD dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Tak hanya itu, Indra juga meminta keterlibatan aktif dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub), mengingat pelabuhan berada di bawah pengelolaan KSOP.
“Jangan tunggu ambruk dan menimbulkan korban. Kalau itu terjadi, kita bukan hanya kehilangan aset daerah, tapi juga kehilangan peluang investasi,” tegasnya.*