|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Kader Partai NasDem Provinsi Riau menggelar aksi damai sebagai bentuk respons terhadap pemberitaan dan ilustrasi yang diterbitkan oleh Tempo, Kamis (16/4/2026) di halaman Kantor DPW Nasdem Provinsi Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru. Mereka menilai konten tersebut telah merendahkan martabat Ketua Umum NasDem, Surya Paloh.
Aksi tersebut diisi dengan orasi dan pernyataan sikap dari sejumlah pengurus serta kader partai. Dalam pembukaan, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW Nasdem Riau, Dedi Harianto Lubis menegaskan bahwa mereka memandang pemberitaan tersebut sebagai bentuk framing negatif, bahkan disebut sebagai upaya "pembunuhan karakter" terhadap tokoh partai.
"Kami tidak akan membiarkan ada pihak yang menghina dan merendahkan martabat ketua umum kami," tegas Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW Nasdem Riau, Dedi Harianto Lubis.
Meski demikian, kader NasDem menegaskan tetap menjunjung tinggi kebebasan pers dan menghormati kerja jurnalistik. Namun mereka mengingatkan agar kebebasan tersebut tidak disalahgunakan untuk menjatuhkan atau merugikan pihak tertentu.
"Kami mencintai kebebasan pers dan menjunjung etika jurnalistik. Tetapi kebebasan itu tidak boleh dijadikan alat untuk memframing atau menjatuhkan karakter seseorang," lanjut Dedi.
Dalam pernyataan sikapnya, kader NasDem Riau menyampaikan tiga tuntutan utama kepada Tempo, diantaranya : Menolak pemberitaan yang dinilai tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik. Mengecam ilustrasi sampul yang dianggap merendahkan Ketua Umum NasDem dan Mendesak Tempo untuk meluruskan informasi yang dinilai merugikan partai.
Selain itu, mereka juga secara tegas meminta permintaan maaf dari pihak Tempo atas konten yang telah dipublikasikan.
Sementara itu, Sekretaris DPW Partai Nasdem Provinsi Riau, Yopi Arianto
menegaskan bahwa kegiatan yang digelar saat ini merupakan aksi damai yang bertujuan mengingatkan media agar tetap berpegang pada prinsip jurnalistik yang berimbang.
"Aksi ini adalah bentuk penyampaian aspirasi secara damai. Kami ingin situasi tetap kondusif, khususnya di Riau," ujar Yopi.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh kader NasDem di Provinsi Riau hadir sebagai bentuk solidaritas, namun tanpa mengerahkan massa secara besar-besaran demi menjaga stabilitas daerah.
Menurutnya, pemberitaan yang dianggap tidak tepat dapat berdampak pada stabilitas politik, ekonomi, hingga etika sosial di masyarakat.
Selain itu, ia menegaskan bahwa kritik terhadap partai maupun tokoh publik tetap dapat diterima selama bersifat konstruktif. Namun, mereka menilai apa yang terjadi saat ini telah melampaui batas.
"Kalau kritik untuk membangun, kami terbuka. Tapi jika sudah menyangkut penghinaan dan merendahkan, tentu kami tidak bisa menerima," tegasnya.
Aksi kemudian berlanjut dengan penyampaian aspirasi ke kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau, Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru, sebagai bagian dari upaya mencari penyelesaian secara kelembagaan.*