Jan 2026
11

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
PT EDI Ajak Guru Ciptakan Lingkungan Belajar yang Bahagia
rohul | Kamis, 20 November 2025 | 07:19:47 WIB
Editor : Herlina | Penulis : Herlina

ROHUL - “Luar biasa”, Itu kesan pertama Mawaddah, Kepala SMP Swasta Eka Dura Lestari, usai mengikuti webinar bertema Psikologi Positif Mengajar pada Jumat siang, 14 November 2025. Baginya, materi yang disampaikan membuka cara pandang baru tentang bagaimana guru bisa menciptakan suasana kelas yang lebih bahagia, adaptif, sekaligus berprestasi.

Di balik layar virtual, ratusan guru dari Aceh hingga Sulawesi tampak serius mengikuti uraian Intan Nurcahayani, M.Psi, pemateri yang siang itu mengajak para pendidik melihat kembali akar persoalan di sekolah, mulai dari perundungan, murungnya siswa, hingga tekanan akademik yang sering membuat anak kehilangan semangat belajar. Bagi Master Psikologi yang juga bagian dari tim Sustainability Astra Agro itu, kunci dari semuanya kembali pada satu hal, yakni bagaimana siswa dipahami dan dikuatkan.

Astra Agro Lestari menaungi 60 sekolah di berbagai daerah, meliputi 37 TK, 13 SD, dan 10 SMP. Ada sekitar 473 guru yang setiap hari menjadi garda terdepan tumbuh kembang anak-anak. Karena itu, webinar nasional ini dipandang sebagai ruang belajar bersama. Sebuah kesempatan bagi guru-guru naungan Astra Agro Lestari untuk mengupgrade diri secara kolektif.

Baca :

Asisten CSR PT Eka Dura Indonesia (EDI), Imam Taufiq, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan kelapa sawit grup Astra Agro di bidang pendidikan.

“Sekolah naungan Astra Agro terus berinovasi. Kami memberikan ruang bagi seluruh guru dari Aceh sampai Sulawesi untuk mengupgrade ilmu dan diri. Manajemen sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini,” ujar Imam.

Dalam sesi utama, Intan mengenalkan kerangka PERMA: Positive Emotion, Engagement, Relationship, Meaning, Achievement. Sebuah pendekatan psikologi positif yang mendorong guru menciptakan lingkungan belajar yang aman dan memberdayakan.

Materi itu tidak hanya menekankan pentingnya memberikan umpan balik positif, tetapi juga mengajak guru mengganti fokus dari “hasil belajar” menjadi “usaha” yang dilakukan siswa. Pujian berbasis usaha, bukan kecerdasan alamiah dinilai mampu membentuk karakter anak yang gigih, tangguh, dan percaya diri.

Bagi Mawaddah, pendekatan ini terasa begitu relevan. “Ilmu yang diberikan sangat membuka wawasan, terutama untuk membangun kelas yang bahagia dan resilien,” ungkapnya.

Mewakili guru-guru SMP Swasta Eka Dura Lestari PT EDI, Ragusli Puriawan berharap praktik Psikologi Positif dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan siswa, memperbaiki perilaku, dan meningkatkan motivasi belajar.

“Kami berharap mental dan stabilitas emosional peserta didik meningkat, begitu juga motivasi dan keterlibatan sosial mereka,” jelasnya.

Webinar yang berlangsung selama 90 menit itu mungkin telah berakhir, tetapi semangat baru para guru tampak terus bergaung. Jika kelas yang bahagia memang memungkinkan, maka perubahan itu tampaknya sedang dimulai, melalui para guru yang hari ini memilih untuk kembali belajar.(rls)

Terbaru
sportainment
Piala FA, Man City Pesta 10 Gol ke Gawang Exeter City
Minggu, 11 Januari 2026 | 07:50:00 WIB
bengkalis
SDN 2 Bantan Gelar Sosialisasi Sekolah Adiwiyata di SMPN 5
Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:32:39 WIB
dunia
Israel Rutin Bunuh Anak-anak Gaza dan Langgar Gencatan Senjata
Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:04:55 WIB
etalase
Kampus Berdampak: FMIPA UNRI Wujudkan SDGs Melalui Kukerta 2026
Jumat, 9 Januari 2026 | 17:12:03 WIB
potensa
Liburan Natal dan Tahun Baru 2026, Trafik Data XLSMART Naik
Jumat, 9 Januari 2026 | 10:53:27 WIB
etalase
Tutup Buku Tahun 2025, Dana Tabungan BRK Syariah Tumbuh 7 Persen
Jumat, 9 Januari 2026 | 08:15:19 WIB
politik
Pilkada Tak Langsung Jadi Ancaman Demokrasi Lokal
Kamis, 8 Januari 2026 | 20:27:09 WIB
华 闻
PSMTI Riau Bantu Korban Bencana di Solok...
Selasa, 30 Desember 2025 | 01:17:57 WIB
Aklamasi, Zainal Arif Terpilih Jadi Ketua PSMTI...
Senin, 29 Desember 2025 | 14:12:33 WIB
Artikel Popular
1
2
3
politik
Pilkada Tak Langsung Jadi Ancaman Demokrasi...
Kamis, 8 Januari 2026 | 20:27:09 WIB
hukum