|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas bersama sejumlah kementerian, lembaga, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melakukan kunjungan kerja untuk meninjau sejumlah proyek infrastruktur strategis di Sumbar, Kamis (4/6/2026).
Fokus utama kunjungan pengembangan konektivitas Jalan Tol Bukittinggi - Sicincin serta penanganan koridor vital Lembah Anai. Kunjungan yang difasilitasi PT Hutama Karya (Persero) ini dipimpin Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas, Abdul Malik Sadat Idris.
Turut hadir jajaran pejabat Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat, Pemerintah Provinsi Sumbar, serta manajemen Hutama Karya.
Abdul Malik menegaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat berjalan terarah, terintegrasi, dan mendukung agenda konektivitas nasional.
Menurutnya, pengembangan koridor Bukittinggi - Sicincin memiliki peran strategis karena akan melengkapi jaringan Jalan Tol Trans Sumatera di wilayah Sumbar. Jika ruas tersebut terhubung dengan Tol Sicincin - Padang yang telah beroperasi, maka jaringan transportasi akan semakin utuh dan mampu mempercepat arus logistik, meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat, serta menyediakan jalur alternatif yang lebih andal, terutama di kawasan rawan bencana seperti Lembah Anai.
"Masukan dari pemerintah daerah, kementerian, dan badan usaha sangat penting agar perencanaan pembangunan infrastruktur ke depan semakin terpadu dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat," ujar Abdul Malik.
Dalam pemaparan kepada rombongan, Hutama Karya menjelaskan perkembangan Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Sicincin - Padang sepanjang 36 kilometer yang telah beroperasi. Ruas ini dinilai menjadi pengungkit mobilitas baru karena mampu mempercepat waktu tempuh, memperluas akses ke pusat ekonomi dan destinasi wisata, serta mendukung distribusi barang dan jasa.
Selain meninjau tol, rombongan juga melihat langsung kondisi koridor Lembah Anai yang menjadi jalur utama penghubung Kota Padang dengan wilayah tengah dan utara Sumbar. Penanganan kawasan ini dinilai krusial untuk menjaga kelancaran transportasi dan logistik.
Menariknya, sejak akses Lembah Anai kembali dibuka, trafik Tol Sicincin - Padang mengalami peningkatan signifikan. Pada periode libur panjang akhir pekan lalu, ruas ini mencatat pertumbuhan lalu lintas lebih dari 80 persen dibandingkan kondisi normal, menjadikannya ruas dengan kenaikan trafik tertinggi di lingkungan Hutama Karya.
Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan pentingnya konektivitas antarinfrastruktur dalam mendukung mobilitas masyarakat.
"Koordinasi lintas pemangku kepentingan sangat diperlukan agar pengembangan konektivitas di Sumatera Barat dapat berjalan optimal, terukur, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat," katanya.
Ke depan, manfaat konektivitas diyakini akan semakin besar jika pembangunan Tol Bukittinggi–Sicincin sepanjang 41,10 kilometer dapat direalisasikan. Ruas ini merupakan bagian dari Jalan Tol Pekanbaru - Padang yang akan menghubungkan Sumatera Barat dengan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera di Provinsi Riau.
Berdasarkan kajian perencanaan, ruas tersebut berpotensi mengurangi waktu perjalanan hingga 55,91 persen dan memangkas jarak tempuh sekitar 8,88 persen. Selain meningkatkan efisiensi perjalanan, proyek ini juga diyakini dapat membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan kunjungan wisata, dan memperkuat daya saing sektor logistik di Sumbar.
Sehari setelah meninjau proyek tol, Jumat (5/6/2026), rombongan Bappenas melanjutkan kunjungan ke lokasi pembangunan Flyover Panorama I Sitinjau Lauik yang dikerjakan PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL).
Proyek ini menjadi salah satu infrastruktur prioritas pemerintah untuk meningkatkan keselamatan di jalur Padang - Solok yang selama ini dikenal memiliki tikungan tajam, tanjakan ekstrem, dan tingkat risiko kecelakaan yang tinggi.
Abdul Malik menegaskan, flyover tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kami ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan memperoleh dukungan yang diperlukan agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat," ujarnya.
Hingga 25 Mei 2026, progres fisik pembangunan Flyover Panorama I telah mencapai 18,755 persen. Sementara proses pengadaan lahan telah rampung 100 persen, sehingga menjadi modal penting untuk percepatan pekerjaan konstruksi pada tahap berikutnya.
Direktur PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik, Michael Arthur Paulus Rumenser, menyebut proyek ini merupakan langkah awal dalam mewujudkan koridor transportasi yang lebih aman, andal, dan berkelanjutan di kawasan Sitinjau Lauik.
Ia berharap kehadiran Flyover Panorama I tidak hanya mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan efisiensi perjalanan, tetapi juga menjadi fondasi pengembangan koridor Sitinjau Lauik secara bertahap, termasuk rencana pembangunan Flyover Panorama II di masa mendatang.
"Dengan dukungan seluruh pihak, Flyover Panorama I diharapkan segera hadir sebagai solusi bagi masyarakat, baik dalam meningkatkan keselamatan perjalanan maupun membuka akses yang lebih baik bagi pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah Sumatera Barat," tutup Michael.*