|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU — Kepolisian Daerah (Polda) Riau mengerahkan 290 personel untuk membantu penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Operasi ini dilakukan melalui Operasi Aman Nusa II, yang secara khusus ditujukan untuk respons kebencanaan.
Apel keberangkatan dipimpin Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan di halaman Mapolda Riau, Sabtu (29/11/2025). Para personel berasal dari Satuan Brimob, Samapta, Polairud dan lainnya.
Dari total 290 personel tersebut, 265 personel difokuskan untuk operasi pencarian korban yang tertimbun longsor di Kabupaten Agam. Sisanya ditugaskan untuk penyaluran bantuan logistik kepada warga terdampak, tidak hanya di Sumbar tapi juga Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh.
Irjen Herry menjelaskan, pengerahan kekuatan ini merupakan bentuk tanggung jawab Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, terutama mereka yang menjadi korban bencana alam.
“Tugas pokok kita adalah melindungi dan melayani seluruh masyarakat, termasuk saudara-saudara kita yang mengalami musibah. Ini adalah bentuk komitmen kita untuk hadir dan memberikan bantuan yang dapat meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Irjen Herry menyebutkan, berdasarkan laporan terakhir Kapolda Sumbar, sekitar 200 warga di Kabupaten Agam masih belum ditemukan, sehingga memerlukan dukungan besar dalam proses pencarian. Ia menegaskan bahwa inisiatif bantuan ini datang langsung dari Polda Riau tanpa menunggu permintaan dari Sumbar.
“Saya sendiri menghubungi Kapolda dan Kapolres Sumbar untuk menanyakan apa yang bisa kita bantu. Yang bisa kita berikan adalah kehadiran dan tenaga dalam proses pencarian,” jelasnya.
Selain personel, Polda Riau juga mengirimkan tim dokter, anjing pelacak, perlengkapan dapur lapangan, perahu karet, serta berbagai perlengkapan SAR lainnya. Sejumlah peralatan pendukung dan logistik bahkan telah dikirim dua hari sebelumnya.
Irjen Herry menekankan kepada seluruh personel untuk mengutamakan kerja kolektif dan gotong royong, termasuk menjaga keselamatan mengingat medan pencarian masih rawan.
Seluruh anggota diperintahkan bergerak minimal dalam kelompok tiga orang, menggunakan APD lengkap, dan siaga selama 24 jam. Jalur komunikasi, koordinasi dengan BPBD, serta pembagian tugas dengan tim rescue juga menjadi perhatian utama.
Ia juga meminta jajarannya melakukan patroli, edukasi publik, pengamanan objek vital, hingga rekayasa lalu lintas bila diperlukan. Seluruh personel wajib memakai atribut bertuliskan “Polisi” agar masyarakat merasakan kehadiran dan dukungan aparat.
Dalam kesempatan itu, Irjen Herry turut mengajak seluruh anggota Polri dan keluarga besar Polda Riau untuk menyumbangkan selimut, pakaian layak pakai, dan makanan instan. Bantuan tahap berikutnya akan kembali dikirim bersama dukungan dari Sumut dan Aceh.
“Tugas ini adalah tugas mulia. Tidak ada batas yuridiksi ketika membicarakan kemanusiaan. Kita membantu tanpa pamrih,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Irjen Herry memimpin doa bersama untuk seluruh korban bencana di Sumbar, Sumut, dan Aceh. Termasuk doa untuk dua ranggota Polda Riau yang jadi korban.
"Satu korban, Brigadir Tri, sudah ditemukan dan satu lagi, Angga masih dicari. Kita berharap, ditemukan dalam keadaan baik. Kepada seluruh personel yang diberangkatkan dapat menjalankan tugas sebaik-baiknya dan kembali dengan selamat," harap Irjen Herry.*