|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat pengembangan Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (SISKA) sebagai strategi memperkuat ekonomi berbasis agroindustri berkelanjutan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi, menyampaikan potensi sumber daya yang dimiliki daerah menjadi modal utama untuk mengambil peran strategis dalam implementasi sistem tersebut. Bahkan, Riau diproyeksikan menjadi percontohan, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional.
"Riau siap menjadi laboratorium implementasi SISKA, membuka ruang kolaborasi riset dan investasi, serta menjadi pusat pengembangan hilirisasi sawit yang terintegrasi dengan sektor peternakan," ujarnya usai kegiatan di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, skema integrasi ini dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan perkebunan dengan menggabungkan aktivitas peternakan sapi. Langkah tersebut diyakini mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi.
"Kami mendorong penataan perkebunan yang terintegrasi dengan peternakan. Harapannya, ini bisa menjadi model terbaik dalam pengelolaan sektor perkebunan ke depan," jelasnya.
Syahrial juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik di tingkat nasional maupun global. Dukungan dari berbagai pihak, mulai dari riset, teknologi hingga investasi, dinilai menjadi kunci sukses pengembangan SISKA secara optimal.
Dengan sinergi tersebut, Riau diyakini berpeluang besar menjadi pusat integrasi agroindustri berbasis sawit sekaligus hub investasi sektor pangan di masa depan.
"Kami optimistis, melalui kolaborasi global, Riau bisa menjadi pusat pengembangan agroindustri terintegrasi yang kompetitif," ungkapnya.
Selain itu, Pemprov Riau membuka peluang luas bagi investor untuk berpartisipasi dalam pengembangan industri hilir sawit dan integrasi peternakan sapi.
"Kami mengundang investor dalam dan luar negeri untuk menanamkan modal di Riau, mengembangkan industri hilir sawit serta integrasi sapi-sawit demi menciptakan nilai tambah bagi masyarakat," pungkasnya.*