|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

ROKAN HILIR — Kepolisian Daerah (Polda) Riau mempertegas komitmen pemberantasan narkoba di wilayah pesisir Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), menyusul aksi unjuk rasa warga beberapa waktu lalu.
Wakil Kepala Polda (Wakapolda) Riau, Brigjen Pol. Hengky Haryadi, turun langsung ke Kecamatan Pasir Limau Kapas untuk berdialog dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan warga setempat, Minggu (12/4/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Camat Pasir Limau Kapas itu menjadi bagian dari upaya cooling system sekaligus merespons keresahan masyarakat terhadap peredaran narkoba dan aktivitas ilegal di wilayah tersebut.
Dalam pertemuan itu, Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni menegaskan pihaknya akan memperkuat penindakan terhadap jaringan narkoba hingga ke akar.
“Kami berkomitmen memberantas narkoba dan aktivitas ilegal. Personel akan kami turunkan langsung untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujarnya.
Penegasan lebih keras disampaikan Wakapolda Riau. Ia menyebut tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan narkotika, termasuk jika melibatkan aparat kepolisian.
“Narkoba adalah kejahatan lintas negara. Tidak ada toleransi. Anggota yang terlibat akan ditindak tegas hingga pemecatan,” kata Hengky.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan tetap mempercayakan proses hukum kepada aparat. Penyampaian aspirasi, lanjutnya, harus dilakukan secara tertib sesuai ketentuan.
Kehadiran jajaran Polda Riau tersebut disebut sebagai bentuk perhatian langsung pimpinan terhadap dinamika keamanan di Panipahan pasca aksi warga.
Bupati Rokan Hilir, Bistamam, yang turut hadir dalam kegiatan itu, menyatakan pemerintah daerah tidak akan mentolerir peredaran narkoba. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat terlibat aktif menjaga keamanan lingkungan.
Pertemuan yang juga dihadiri unsur Forkopimda dan tokoh pemuda itu menghasilkan kesepakatan bersama untuk menjaga ketertiban, mendukung penegakan hukum, serta menolak provokasi dan konflik sosial.
Perwakilan masyarakat Panipahan menyampaikan harapan agar aparat konsisten melakukan penindakan terhadap peredaran narkoba dan memberikan perlindungan nyata bagi warga.
Dialog berlangsung kondusif dan terbuka. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal penanganan persoalan keamanan di Panipahan secara berkelanjutan.*