|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Vihara Dharma Loka Jalan Karet Pekanbaru terlihat ramai oleh umat Buddha yang merayakan Hari Tri Suci Waisak, Minggu (31/5/2026) pagi. Terlihat ratusan umat dengan khusyuknya melakukan kebaktian, mulai dari anak-anak, pemuda, orang dewasa hingga orang tua.
Kebaktian dipimpin Upasaka Viryananda Widarto S Ag MM dari Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Pekanbaru. Dihadiri YM Bhante Thiradhammo Maha Thera dari Sangha Agung Indonesia.
Ketua Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Provinsi Riau, Romo Hanlun mengatakan, kebaktian Waisak dimulai pukul 8.00 WIB. Kebaktian Waisak dilaksanakan secara paritta suci. Terdapat penyampaian dharma dari Sangha Agung Indonesia. Kemudian memandikan Buddha Rupang.
Sedangkan detik-detik penyambutan Waisak dilaksanakan pukul 15.44.08 WIB di vihara masing-mmasing. "Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) Riau mempunyai sekitar 43 vihara di Riau. Untuk Pekanbaru terdapat lima vihara," ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Romo Hanlun mengatakan, KBI Riau sudah melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangkaian Waisak, termasuk bersama organisasi Buddha lainnya atau Ormas Tionghoa di Pekanbaru, seperti Dharmayatra ke candi Muara Takus, Kabupatenn kampar dan Pawai waisak.
Sementara itu, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau, Wiryanto S Ag MM mengucapkan selamat Hari Raya Waisak kepada seluruh umat Buddha, khususnya di Riau.
"Mudah-mudahan dengan berkah Waisak kita selalu dilindungi oleh karma baik. Menjadikan kehidupan kita bahagia dan sejahtera. Mari kita bersatu, bergerak maju dan berkembang secara mental dan batin untuk menjalankan kehidupan dengan mempraktikkan Buddha Dharma," ujarnya.
YM Bhante Thiradhammo dari Sangha Agung Indonesia menambahkan, Sangha Agung Indonesia mengambil tema Waisak 2570 BE / 2026 M 'Menebar Cinta Menumbuhkan Perdamaian Dunia'. "Menebar cinta selalu berpikir dan bertindak baik. mengembangkan cinta dan kasih sayang. Tidak hanya kepada manusia, tapi kepada seluruh makhluk di dunia," terangnya.
Sedangkan menumbuhkan perdamaian dunia menjadikan Dharma sebagai pedoman hidup, sehingga tercipta harmoni dan perdamaian di tengah keberagaman.
"Kami berharap Umat Buddha dimana pun berada bisa menebarkan kasih sayang untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat dan seluruh dunia," ungkapnya.
Waisak bagi umat Buddha memperingati tiga peristiwa penting. Pertama memperingati lahirnya Pangeran Siddharta Gautama. Ia dilahirkan pada 623 SM di Taman Lumbini. Kedua memperingati Pangeran Siddharta Gautama yang telah meninggalkan kehidupan keduniawian menjadi pertapa. Membina diri hingga akhirnya mencapai kesempurnaan menjadi Buddha pada usia 35 tahun. Selama 45 tahun Buddha menyebarkan ajaran tentang kasih terhadap seluruh makhluk hidup.
Peristiwa terakhir dalam perayaan Waisak untuk memperingati Buddha Parinibbana (wafat). Buddha wafat pada usia 80 tahun.*