|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU — Persaingan para taekwondoin pada Riau Challenge 2026 Taekwondo Tournament Kodam XIX/Tuanku Tambusai berakhir di Gelanggang Olahraga Remaja Pekanbaru, Minggu (30/8/2026) malam.
Kegiatan ditutup oleh Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo. Hadir Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, pejabat Kodam, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau lainnya.
Setelah rangkaian pertandingan rampung, hasil perolehan medali menentukan tim-tim terbaik dalam kategori Semi Prestasi dan Prestasi. SKA Sumbar menjadi tim dengan capaian paling menonjol setelah dinobatkan sebagai Juara Umum Overall dengan total 84 poin.
Gelar tersebut melengkapi keberhasilan SKA Sumbar di kategori Prestasi. Tim asal Sumatera Barat itu juga keluar sebagai juara umum kategori tersebut dengan koleksi 9 medali emas, 3 perak, dan 8 perunggu.
F1 Fighter One Taekwondo Academy berada di posisi kedua kategori Prestasi dengan perolehan 6 emas, 4 perak, dan 4 perunggu. Sementara Pelatcab Pekanbaru menempati posisi ketiga setelah mengumpulkan 5 emas, 2 perak, dan 3 perunggu.
Persaingan ketat juga terlihat pada kategori Semi Prestasi. Grandprix Taekwondo Academy menjadi juara umum setelah mengoleksi 22 emas, 8 perak, dan 22 perunggu.
Taekwondo Indonesia (TI) Inhil menyusul di posisi kedua dengan 20 emas, 13 perak, dan 9 perunggu. Sementara Bina Taruna Taekwondo Club (BTTC) Riau 92 berada di peringkat ketiga dengan raihan 18 emas, 19 perak, dan 22 perunggu.
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo mengatakan Riau Challenge Taekwondo Tournament tidak sekadar menjadi ajang mencari pemenang, tetapi juga ruang untuk membangun dan mengukur kemampuan atlet, terutama mereka yang masih berada pada usia dini.
"Ini adalah sebuah kegiatan atau event yang baik yang mungkin nanti akan dirutinkan," kata Agus Hadi seusai penutupan.
Menurutnya, kegiatan dapat dikembangkan dengan skala yang lebih besar. Pembinaan yang dilakukan sejak usia dini diharapkan melahirkan atlet berprestasi yang mampu membawa nama Provinsi Riau pada kompetisi tingkat nasional hingga internasional.
"Untuk membina potensi-potensi atlet dari sejak usia dini sampai yang berprestasi untuk bisa membawa nama Provinsi Riau ini bisa lebih berkiprah lagi di event-event yang lebih besar di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.
Agus Hadi mengatakan peserta kejuaraan tidak hanya berasal dari Riau dan Kepulauan Riau, tetapi juga Sumatra Barat. Kehadiran atlet dari luar daerah, menurutnya, turut memberikan warna dalam persaingan kejuaraan tersebut.
Kepada atlet yang berhasil meraih kemenangan, Agus menyampaikan ucapan selamat. Sementara bagi mereka yang belum menjadi juara, hasil pertandingan dimintanya menjadi pengalaman untuk memperbaiki kemampuan.
Menurut Agus Hadi, pertandingan dapat menjadi ukuran bagi atlet untuk mengetahui sejauh mana kemampuan yang telah dibangun melalui latihan.
"Kekalahan bukan akhir dari proses, melainkan bekal untuk kembali berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi ajang berikutnya," pungkasnya.*
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan , melihat kejuaraan taekwondo dalam rangka hari ulang tahun pertama Kodam XIX/Tuanku Tambusai sebagai bagian dari upaya membangun karakter generasi muda melalui olahraga.
Menurut Herry, olahraga mengajarkan lebih dari sekadar kemampuan bertanding. Di dalamnya terdapat nilai sportivitas, perjuangan, tanggung jawab, dan disiplin yang perlu dibangun sejak usia dini.
"Semua kegiatan, ya, apakah itu karate, kemudian olahraga yang lain, terutama taekwondo, itu semua untuk menunjukkan komitmen kita bersama agar nilai-nilai yang kita harus tanamkan kepada generasi muda," kata Herry.
Ia menegaskan kegiatan olahraga serupa akan kembali dilakukan. Tidak hanya taekwondo, cabang olahraga lain juga diharapkan mendapat ruang untuk dikembangkan sehingga generasi muda memiliki lebih banyak pilihan kegiatan yang positif.
"Kesempatan ini saya sampaikan bahwa kegiatan yang sama insyaallah nanti akan kita lakukan juga," ujarnya.
Herry berharap pembinaan melalui olahraga dapat membuat generasi muda lebih fokus mengembangkan potensi dan prestasi.
"Agar generasi muda itu fokusnya kepada kegiatan positif saja," katanya.*