|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Provinsi Riau sejak Jumat (11/9/2026) dini hari hingga pagi membantu proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah.
Sejumlah titik karhutla yang sebelumnya cukup besar, terutama di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Siak, dilaporkan telah padam setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas cukup deras.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M Edy Afrizal, mengatakan hujan yang turun cukup merata memberikan dampak positif terhadap penanganan karhutla.
"Hujan cukup merata terjadi di Riau. Beberapa lokasi karhutla yang sebelumnya cukup besar seperti di Inhu dan Siak dilaporkan apinya sudah padam," katanya, Sabtu (12/9/2026).
Meski api telah berhasil dipadamkan, petugas tetap disiagakan di lokasi bekas kebakaran. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali api, mengingat sebagian lokasi yang terbakar merupakan lahan gambut.
Menurut Edy, bara api masih berpotensi bertahan di bawah permukaan tanah gambut dan kembali memicu kebakaran apabila kondisi kembali kering.
"Tim tetap standby di lokasi bekas terbakar sembari melakukan pendinginan. Ini sebagai upaya antisipasi ketika api kembali muncul sehingga bisa segera dipadamkan," ujarnya.
Di tengah meredanya sejumlah titik karhutla, titik api baru justru dilaporkan muncul di Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Lokasi kebakaran tersebut berada tidak jauh dari area yang sebelumnya telah terbakar dan berhasil dipadamkan.
"Ada muncul titik api baru di Bengkalis. Lokasinya berada di dekat lokasi yang sebelumnya terbakar. Saat ini masih dilakukan pemadaman oleh tim gabungan," sebutnya.
Untuk mempercepat penanganan, tim darat dikerahkan ke lokasi. Selain itu, dua helikopter water bombing turut dioperasikan untuk membantu menjinakkan api dari udara.
Upaya penanganan juga diperkuat melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sekitar wilayah Bengkalis. Operasi tersebut dilakukan untuk memanfaatkan potensi pertumbuhan awan hujan guna membantu membasahi wilayah yang terdampak karhutla.
"Dua helikopter juga sudah diturunkan untuk membantu pemadaman api di Bengkalis. Termasuk OMC juga kami laksanakan karena ada potensi awan," pungkasnya.*