Okt 2026
16

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
GMPB Dukung Agrinas dan Satgas PKH Berantas Mafia Lahan di Kawasan Hutan Riau
hukum | Jumat, 18 September 2026 | 20:44:00 WIB
Editor : Linda | Penulis : Linda N

PEKANBARU — Massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Petani Bersatu (GMPB) menggelar aksi damai di Kantor PT Agrinas Palma Nusantara, Jalan Duta Palma, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Jumat (18/9/2026) petang.

Massa menyuarakan dukungan terhadap PT Agrinas Palma Nusantara dan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH). Dalam aksi itu, massa membentangkan spanduk sepanjang sekitar 50 meter yang berisi dukungan.

Salah satu spanduk bertuliskan, “NKRI Harga Mati! Bravo Satgas PKH! Bravo PT Agrinas Palma Nusantara! Asta Cita Presiden RI Harus Berhasil!”

Baca :

Perwakilan massa secara bergantian menyampaikan orasi. Mereka menyatakan dukungan terhadap langkah PT Agrinas dan Satgas PKH dalam melakukan penertiban lahan serta memberantas praktik yang mereka sebut sebagai mafia tanah di Riau.

Salah satu perwakilan massa mengatakan kehadiran PT Agrinas dinilai memberikan harapan bagi petani di sejumlah daerah. Dalam orasinya, ia meminta Agrinas tidak gentar menghadapi tudingan maupun penolakan terhadap kebijakan penertiban lahan.

“Jadi untuk Agrinas, jangan gentar, jangan takut, kami bersama kalian,” ujar perwakilan massa tersebut.

Massa juga menyerukan agar program penertiban lahan terus dilanjutkan dan lahan yang dikelola dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan petani.

Sementara itu, Koordinator GMPB Agel Gandiza mengatakan pihaknya mendukung PT Agrinas dan Satgas PKH karena menilai persoalan agraria dan kehutanan di Riau telah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Kepada PT Agrinas Palma Nusantara beserta Satgas PKH, karena kami menilai dari sektor agraria dan kehutanan sudah berpuluh tahun di Bumi Melayu ini masih mencekam terkait praktik kejahatan mafia tanah di Bumi Melayu ini,” kata Agel.

Menurut Agel, kondisi tersebut dapat menimbulkan kerugian negara dan berdampak terhadap petani lokal. Karena itu, GMPB mendukung langkah Agrinas sebagai bagian dari upaya pemerintah melakukan penertiban kawasan hutan.

“Dan hal ini bisa menimbulkan kerugian negara yang sangat besar dan pastinya secara tidak langsung menindas para petani-petani lokal di sini. Maka dari itu, kami sangat apresiasi dan sekaligus mendukung PT Agrinas,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, GMPB juga membacakan empat tuntutan. Pertama, mendukung seluruh langkah PT Agrinas dan Satgas PKH dalam melaksanakan tugas negara memberantas mafia tanah di kawasan hutan, khususnya di wilayah Riau.

Kedua, GMPB menyatakan dukungan moral dan politis kepada Direktur Utama Muhammad Abdul Ghani, Direktur Utama Operasional Tuhu Bangun, serta Direktur Utama Kepatuhan dan Keberlanjutan Novil Anvierta dalam menjalankan tugas penegakan hukum dan pembersihan lahan kawasan hutan.

Ketiga, GMPB mendesak aparat penegak hukum dan Satgas PKH tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga melacak aliran dana yang berkaitan dengan kejahatan serta menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Keempat, GMPB mendesak agar lahan yang berhasil diselamatkan dan dikelola Agrinas Palma Nusantara diprioritaskan untuk program pemberdayaan yang memberikan kemakmuran bagi masyarakat serta membebaskan petani dari berbagai bentuk penindasan.

Massa kemudian diterima Hubungan Kelembagaan Regional III PT Agrinas Palma Nusantara, Jefridin Tambusai. Ia menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa, petani, pucuk suku, batin, dan masyarakat Riau yang memberikan dukungan terhadap pekerjaan Agrinas.

“Kami menyadari dalam pengelolaan ataupun penanganan selama lebih kurang satu tahun masih banyak kekurangan. Tapi kami yakin dengan dukungan adik-adik mahasiswa, seluruh masyarakat Riau, petani, kami yakin ini akan bisa dengan cepat kita laksanakan dan memberikan manfaat khususnya kepada masyarakat Riau,” ujar Jefri.

Jefri mengatakan dukungan masyarakat dibutuhkan Agrinas dalam menjalankan pekerjaannya. Ia juga menyebut masih menemukan sejumlah kelompok masyarakat yang menurutnya dipengaruhi pihak tertentu.

“Kami sangat membutuhkan dukungan, karena masih kami temukan beberapa kelompok dari masyarakat-masyarakat kita yang masih dipengaruhi oleh cukong-cukong,” katanya.

Jefri juga menyinggung masyarakat Tambusai Timur, Tambusai Utara, dan Lubuk Soting yang menurutnya telah merasakan kehadiran Agrinas.

“Ya, mudah-mudahan ke depan ini akan bisa kita realisasikan dengan baik, sehingga memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat, khususnya di Riau,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Jefri mengajak masyarakat Riau mendukung kerja Agrinas sekaligus program pemerintah pusat.

“Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih dan mohon dukungan kepada adik-adik mahasiswa, para petani, seluruh rakyat Riau untuk mendukung kerja Agrinas. Mari kita dukung program Bapak Presiden Prabowo Subianto,” katanya.*

 

Terbaru
pekanbaru
Wisuda ke-9, Universitas Hang Tuah Pekanbaru Lepas 682 Lulusan
Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:48:14 WIB
inhu
Sekda Inhu Tinjau Sekolah Penerima Bantuan Dana Revitalisasi
Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:34:39 WIB
potensa
PWI-Lemhannas Teken MoU untuk Menjaga Ketahanan Nasional
Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:25:07 WIB
pekanbaru
NTP Riau Naik 1,39 Persen Pada September 2026
Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:00:00 WIB
pekanbaru
Hari Ini, Hujan Berpotensi Turun di Riau Hingga Malam Hari
Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:00:00 WIB
sportainment
Hajar Manc City 4-2, PSG Kukuh di Puncak Liga Champions
Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:06:04 WIB
华 闻
16 Tim Ikuti Turnamen MLBB...
Minggu, 4 Oktober 2026 | 06:22:51 WIB
Pemujaan Kepada Dewa Cap Sa Thai Po di Pedekik...
Jumat, 2 Oktober 2026 | 14:59:57 WIB
Artikel Popular
3
politik
Bistamam Maju Calon Ketua Golkar...
Kamis, 1 Oktober 2026 | 18:30:33 WIB
Helena Ditunjuk Jadi Ketua Badan Rescue NasDem...
Rabu, 30 September 2026 | 20:16:04 WIB
hukum
Nasional
Biaya Haji 2027 Ditetapkan Rp98,4...
Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:09:35 WIB