Sep 2026
25

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Rencana Mogok Angkutan Darat di Dumai Batal, Pelindo Siapkan Loket Tiket Antarmoda
dumai | Jumat, 25 September 2026 | 10:13:57 WIB
Editor : bambang | Penulis : Bambang
Pelindo Regional 1 Dumai dan DPC Organda Kota Dumai menyepakati peningkatan layanan angkutan antarmoda di Terminal Penumpang Pelabuhan Dumai

DUMAI — Rencana aksi mogok operasional yang sempat diwacanakan para pengusaha angkutan darat di Kota Dumai akhirnya batal dilakukan. Ketegangan antara pengusaha/operator angkutan darat dan pengelola Terminal Penumpang Pelabuhan Dumai mencair setelah PT Pelindo Regional 1 Dumai menyetujui sejumlah tuntutan yang disampaikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Dumai.

Kesepakatan tersebut tercapai dalam pertemuan antara Pelindo dan DPC Organda Kota Dumai yang berlangsung di Ruang Rapat Pelindo Regional 1 Dumai, Kamis (24/9/2026) sore.

Pertemuan itu merupakan tindak lanjut atas surat aspirasi Organda tertanggal 14 September 2026.

Baca :

Dalam pertemuan tersebut hadir General Manager Pelindo, Jonathan Ginting, Manajer Operasi dan Teknik Budi Syafrizal, Branch Manager Dumai beserta jajaran. Sementara dari DPC Organda Kota Dumai hadir Ketua DPC Organda Kota Dumai Andi L. BAKARA, S.E., bersama sejumlah pengurus.

Ketua DPC Organda Kota Dumai Andi L. BAKARA, S.E., mengatakan rencana mogok sebelumnya merupakan opsi terakhir yang diwacanakan karena minimnya respons terhadap sejumlah keluhan pengusaha dan pengemudi angkutan darat.

"Kami tidak ingin memulai konflik. Ancaman mogok itu murni karena kami melihat ada ketimpangan layanan dan fasilitas di Terminal Penumpang Pelindo. Penumpang yang baru tiba tidak mendapatkan akses angkutan lanjutan antarmoda, seperti bus, taksi dan travel, yang terintegrasi," ujar Andi kepada awak media seusai pertemuan.

Menurut dia, keberadaan layanan angkutan antarmoda yang tertata diperlukan agar penumpang kapal dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih mudah, tertib dan nyaman. Ia juga merujuk pada ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai penyelenggaraan pelayaran dan kepelabuhanan.

Dalam surat bernomor 014/IX/ORG/ANDA-DUMAI/2026 yang ditandatangani Ketua DPC Organda Kota Dumai dan Sekretaris D. M. Simanungkalit, S.E., terdapat empat tuntutan utama.

Pertama, penyediaan loket atau konter penjualan tiket bus dan travel di area terminal. Kedua, pemasangan papan informasi jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal. Ketiga, identifikasi kendaraan angkutan umum yang masuk ke kawasan pelabuhan. Keempat, penyediaan jalur khusus bagi taksi dan angkutan kota.

Dalam surat tersebut, Organda juga menyatakan akan melakukan aksi mogok operasional kendaraan apabila dalam waktu dekat tidak terdapat solusi atas persoalan yang mereka sampaikan.

Namun, ancaman aksi tersebut akhirnya tidak terealisasi setelah Pelindo menyatakan kesediaannya untuk mencari solusi bersama.

General Manager Pelindo, Jonathan Ginting, mengatakan pihaknya telah mendengarkan aspirasi Organda sekaligus menyampaikan kondisi eksisting Terminal Penumpang Pelabuhan Dumai.

"Pada prinsipnya, kami sepakat untuk melakukan kerja sama," ujar Jonathan dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan itu menghasilkan tiga poin kesepakatan. Pertama, Pelindo dan Organda sepakat menjalin kerja sama operasional angkutan antarmoda dengan tetap memperhatikan kajian kelayakan dari aspek teknis, operasional, keuangan, hukum dan risiko sesuai prosedur yang berlaku pada masing-masing pihak.

Kedua, Pelindo berkomitmen meningkatkan fasilitas pelayanan di Terminal Penumpang Pelabuhan Dumai. Salah satu fasilitas yang direncanakan adalah loket penjualan tiket antarmoda, sehingga penumpang kapal dapat memperoleh akses tiket bus, travel maupun taksi untuk melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya.

Ketiga, dalam menghadapi musim angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027, fasilitas yang saat ini tersedia akan dioptimalkan guna mengantisipasi terjadinya penumpukan penumpang.

Andi mengapresiasi respons Pelindo terhadap aspirasi para pengusaha angkutan darat. Ia berharap kesepakatan yang telah dicapai tidak berhenti sebatas pembahasan, tetapi segera direalisasikan.

"Hari ini ada titik terang. Kami akan mengawal realisasi pembangunan loket dan penataan jalur yang dipastikan pada 2027 mendatang. Selama komunikasi berjalan baik, tidak ada alasan bagi kami untuk mogok operasional," kata Andi.

Ia menambahkan, pihaknya berharap pembenahan layanan angkutan antarmoda dapat memberikan manfaat bagi seluruh pihak, terutama penumpang dan pelaku usaha angkutan darat.

"Kami ingin Dumai ini maju, penumpang nyaman, dan pengusaha angkutan di jalan juga sejahtera," pungkasnya.

Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, DPC Organda Kota Dumai menyatakan rencana aksi mogok operasional dibatalkan. Kedua pihak selanjutnya akan mengawal proses kerja sama dan peningkatan fasilitas layanan angkutan antarmoda di Terminal Penumpang Pelabuhan Dumai. (rls)

Terbaru
pekanbaru
Infrastruktur dan Layanan Dasar Jadi Prioritas APBD-P Riau 2026
Jumat, 25 September 2026 | 11:23:45 WIB
sportainment
Belanda Vs Jerman Tanpa Pemenang
Jumat, 25 September 2026 | 07:37:41 WIB
sportainment
Comeback Lawan China, Indonesia Rebut Emas Bulu Tangkis Beregu Putra
Kamis, 24 September 2026 | 20:20:44 WIB
pekanbaru
Pemprov Riau Percepat Imunisasi, Kejar 31.909 Anak Berisiko Zero Dose
Kamis, 24 September 2026 | 19:30:21 WIB
inhu
200 Peserta ikuti Rakor Dewan Pendidikan Inhu
Kamis, 24 September 2026 | 17:33:50 WIB
Artikel Popular
1
politik
Koalisi Masyarakat Sipil Kunjungi Fraksi NasDem DPRD...
Senin, 14 September 2026 | 20:15:34 WIB
hukum
Nasional
DJP Catat Penerimaan Pajak Ekonomi Digital Rp57,23...
Jumat, 18 September 2026 | 11:46:37 WIB