|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - PSPS Pekanbaru menyiapkan langkah besar untuk bersaing di kancah sepak bola Indonesia musim 2025/2026. Tak tanggung-tanggung, tim berjuluk Askar Bertuah menggaet legenda Tim Nasional (Timnas) Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto.
Kurniawan bakal menjadi Direktur Teknik PSPS Pekanbaru. Hal itu terungkap dari unggahan di akun resmi PSPS pada Selasa (17/6) pagi.
"Kita sudah mencapai kesepakatan untuk jajaran pelatih Askar Bertuah musim 2025/2026," sebut CEO PSPS Pekanbaru Effendi Syahputra dalam unggahan tersebut.
Metro Riau telah mendapatkan izin dari Effendi untuk mengutip unggahan tersebut.
Selain Kurniawan, PSPS menunjuk Ilham Romadhona sebagai pelatih kepala menggantikan Aji Santoso. Kemudian, Ambrizal dan Miskardi sebagai asisten pelatih.
Nama kondang lainnya yang akan bergabung dengan PSPS adalah Kurnia Sandy, yang ditunjuk sebagai pelatih kiper. Selanjutnya, Rici Vauzi sebagai pelatih fisik.
"Dalam waktu dekat kita akan melakukan konferensi pers untuk memperkenalkan secara resmi jajaran pelatih kepada seluruh suporter, dan pendukung setia PSPS," kata Effendi.
Jajaran pelatih tersebut tentu saja diharapkan mampu membawa PSPS bersaing di Liga 2 musim 2025/2026 dan dapat memenuhi ambisi Askar Bertuah lolos ke Liga 1 Indonesia musim 2026/2027.
"Kami menantikan dukungan positif dan energi yang tidak pernah habis dari kita semua untuk kembali bersama-sama di musim ini," kata Effendi.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Effendi mengungkap salah satu alasan PSPS menggandeng Kurniawan Dwi Yulianto sebagai direktur teknik. "Dengan pengalamannya di liga Italia bisa memberi ilmu dan pengalamannya untuk PSPS," sebutnya.
Selain itu, Effendi mengatakan bahwa PSPS ingin menerapkan sepak bola modern.
Kurniawan Dwi Yulianto lahir pada 13 Juli 1976. Biasa bermain sebagai striker, Kurniawan adalah salah satu dari sedikit pemain Indonesia yang pernah merumput di Eropa. Pada awal kariernya dia sempat bermain di tim remaja Sampdoria, Italia, sebelum kemudian pindah ke FC Luzern di Swiss.
Kurniawan juga telah malang melintang di dunia sepak bola Tanah Air. Selain menjadi andalan Timnas Indonesia, Kurniawan pernah memperkuat PSPS di era 2001-2003.
Kurniawan juga memiliki catatan mentereng di dunia kepelatihan. Ia pernah begabung di tim pelatih Timnas Indonesia.
Kurniawan juga sempat menangani klub Malaysia Sabah pada musim 2020 hingga 2021, dan ditunjuk sebagai asisten pelatih Como 1907 mulai musim 2022. Dia membantu pelatih kepala Como, Cesc Fabregas, membawa klub yang baru promosi dari Serie B tersebut bersaing di Serie A Italia. *