Jul 2026
02

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
HK Fasilitasi 792 UMKM di Rest Area JTTS
pekanbaru | Selasa, 12 Agustus 2025 | 19:06:56 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : rivo

PEKANBARU - Hingga Juni 2025, PT Hutama Karya (Persero) telah memfasilitasi 792 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di 23 Rest Area Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang tersebar di enam provinsi di Indonesia.

Langkah bertepatan dengan peringatan Hari UMKM Nasional 2025 dan menjadi bukti nyata dukungan BUMN terhadap perluasan akses pasar bagi pelaku usaha lokal.

EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Adjib Al Hakim menegaskan, keberadaan rest area bukan hanya soal fasilitas perjalanan, tetapi juga wadah penggerak perekonomian masyarakat.

Baca :

"Kemitraan dengan UMKM bagi Hutama Karya bukan sekadar program CSR, tetapi komitmen strategis untuk menciptakan ekosistem ekonomi inklusif dan berkelanjutan," ujarnya, Selasa (12/8/2025).

Dukungan ini selaras dengan amanah UU Nomor 1 Tahun 2025 tentang BUMN dan Permen PUPR Nomor 28 Tahun 2021 yang mewajibkan minimal 30 persen area komersial rest area untuk UMKM dan 70 persen produk lokal.

"Kita (Hutama Karya) bahkan melampaui ketentuan tersebut dengan mengalokasikan 57,1 persen dari total area komersial (56,47 m² dari 98,86 m²) khusus bagi UMKM," jelasnya.

Dari 990 kapasitas tenant UMKM yang tersedia, tingkat okupansi bervariasi. Rest Area KM 234 Jalur A Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) mencatat okupansi 100 persen berkat lokasinya yang strategis. Salah satu dampak positif adalah transformasi pedagang kaki lima di jalan nasional menjadi pelaku usaha formal dengan fasilitas layak dan akses pasar lebih luas.

Sejak 2022, program "JTTS Berdaya" telah melatih 75 UMKM dengan materi mulai dari mindset kewirausahaan, perhitungan harga pokok produksi, akses permodalan, penyusunan proposal bisnis, diferensiasi produk dan digitalisasi pembayaran.

"Hasilnya, 35 persen tenant di Rest Area 215B Tol Terpeka sudah mengadopsi pembayaran digital (QRIS, transfer bank, BRILink), yang berdampak pada peningkatan omzet 10–20 persen," bebernya.

Rumah Makan Sinar milik Ibu Siti Nakoh di Rest Area KM 215B menjadi contoh nyata. Dengan pendampingan pencatatan keuangan sederhana, usahanya berkembang pesat hingga mampu menyewa satu tenant tambahan di lokasi yang sama.

"Hutama Karya tidak hanya memberi tempat berjualan, tapi juga meningkatkan kemampuan kami sebagai pelaku UMKM," ungkap Siti.

Rest area JTTS juga menjadi etalase kuliner dan produk daerah, seperti Masakan Padang Siang Malam. Masakan Jawa Timur RM Ngawi. Tahu Sumedang di Rest Area Tol Indralaya – Prabumulih dan kerja sama dengan Dinas Koperasi, UMKM, serta Dekranasda memastikan produk lokal mendapat ruang dan promosi memadai.

Sejalan dengan tema Hari UMKM Nasional 2025, Hutama Karya menargetkan rest area JTTS sebagai katalis UMKM berkelanjutan melalui Diferensiasi produk. Sertifikasi PIRT, halal, dan higienitas. Strategi digitalisasi bertahap, termasuk aplikasi POS untuk pencatatan keuangan.

"Dengan kolaborasi semua pihak, UMKM akan semakin berkontribusi besar bagi perekonomian nasional," tutup Adjib Al Hakim.*

Terbaru
华 闻
Andrie Djaja Kembali Pimpin FOBI...
Minggu, 28 Juni 2026 | 00:36:14 WIB
HUT Dewa Kwan Te Kong di Kwan Te Karya Agung...
Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:52:06 WIB
Artikel Popular
4
5
politik
hukum
KPK Tetapkan Bupati Kuansing Tersangka...
Rabu, 1 Juli 2026 | 18:30:09 WIB
Nasional
PT Inti Indosawit Subur Perkuat Program CSR di...
Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:07:59 WIB