|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Tim Yustisi Kota Pekanbaru melakukan pembongkaran lapak pedagang di sepanjang Jalan Agus Salim, Kamis (18/11). Pembongkaran sempat ricuh karena pedagang menolak lapaknya dibongkar.
Ratusan personel gabungan Satpol PP Kota Pekanbaru, Dinas Perhubungan, BPBD, TNI dan Polri dikerahkan dalam pembongkaran lapak pedagang. Satu alat berat dan 10 dump truk mulai berdatangan sekitar pukul 14.30 WIB.
Ratusan pedagang tampak bersiaga menyambut kedatangan petugas. Suasana memanas saat personel Satpol PP mencoba menerobos barisan untuk pembongkaran lapak. Adu mulut hingga aksi saling dorong terjadi.
Ucapan caci maki dilontarkan pedagang kepada petugas. "Kami mancari makan di siko nyo. Biar kami bongkar surang," sahut salah satu pedagang saat menghadang petugas.
"Kalian membunuh rakyat. Suskes kalian bunuh rakyat," sahut pedagang lainnya.
Evi, salah satu pedagang mengaku sudah puluhan tahun menduduki lapaknya di Pasar Agus Salim. Ia menyebut bahwa lapak yang disediakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru tidak layak untuk di tempati. "Tempatnya tidak layak, ukuran lapak yang disediakan kecil dan sempit," kata Evi.
Salah satu pedagang lain mengatakan, mereka tidak mau pindah ke dalam Pasar Agus Salim karena tempat tersebut belum siap dijadikan tempat berjualan pedagang atau belum layak. "Jangan asal pindah, kami tidak mau pindah, kalau tempatnya belum siap, pulang aja kalian," teriak pedagang.
Saat alat berat masuk membongkar lapak pedagang, lemparan batu pun berterbangan mengarah ke petugas. Petugas pun sempat mundur dari barisan menghindari lemparan batu. Namun aksi pedagang berhasil diredam oleh petugas.
Tampak Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang didampingi Kapolsek Pekanbaru Kota AKP Josina meminpin penertiban. "Pemindahan pedagang sudah sesuai aturan. Ada 192 lapak dibongkar. Kita yakin hari ini bisa selesai semua," kata Iwan.
Diakuinya, sempat terjadi bentrok antara personel Satpol PP dengan pedagang tapi itu hal yang biasa karena pada akhirnya pedagang mengerti bahkan ada yang membongkar sendiri kiosnya. "Beberapa pedagang sempat menolak setelah diberi penjelasan akhirnya mereka paham," ucap Iwan.
Dalam peristiwa itu, dua personel Satpol PP Kota Pekanbaru dikabarkan terluka terkena lemparan batu dan kayu. Hal itu dibenarkan oleh Iwan. "Ya sekarang sudah dibawa ke rumah sakit. Kita doakan mereka tidak kenapa-kenapa lah," kata Iwan.
Sebelum pembongkaran dimulai, pedagang memang sudah berkumpul di persimpangan Jalan Agus Salim - Jalan Sudirman. Mereka menolak lapak yang berdiri di trotoar jalan dibongkar paksa.
Ia menambahkan, sosialisasi pada pedagang baik dalam bentuk surat maupun lisan telah dilakukan pihaknya sejak Juni 2021 untuk pindah ke dalam pasar mengingat berjualan ditrotoar tidak dibenarkan.*