Jul 2026
03

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Buka-bukaan di Sidang, Abdul Wahid Sebut SF Hariyanto Ngotot Jadi Wakil Gubernur Riau
hukum | Kamis, 2 Juli 2026 | 20:34:13 WIB
Editor : wsl | Penulis : ida

PEKANBARU – Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid mengungkap perjalanan politiknya bersama Wakil Gubernur Riau, SF Hariyanto, saat menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa dalam sidang dugaan korupsi modus pemerasan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (2/7).

Abdul Wahid mengaku hubungan politiknya dengan SF Hariyanto sempat memburuk. Menurut dia, perselisihan bermula setelah mendengar informasi bahwa SF Hariyanto kerap menyampaikan kepada sejumlah orang bahwa dirinya merupakan pihak yang paling banyak mengeluarkan biaya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Riau 2024.

Karena ingin memastikan kebenaran informasi tersebut, Abdul Wahid mengaku mengonfrontasi SF Hariyanto secara langsung. "Itu terjadi sebelum pelantikan kepala daerah pada 20 Februari 2025," kata Abdul Wahid di hadapan majelis hakim yang diketuai Delta Tamtama.

Baca :

  • Tidak ada artikel terkait ditemukan.

Saat itu, ia bertemu SF Hariyanto di sebuah kedai kopi di kawasan Patra Senayan, Jakarta. Menurut Abdul Wahid, ketika itu SF Hariyanto sedang berbincang dengan Dani M. Nursalam. Ia kemudian menghampiri dan meminta klarifikasi.

"Saya bilang, 'Pak Wagub, saya ingin bertanya. Bapak ngomong ke sana kemari bahwa Pak Wagub paling banyak habis uang dalam pemilihan gubernur. Saya ingin mengklarifikasi ini supaya tidak bias'," ujar Abdul Wahid.

Di kesempatan itu, Abdul Wahid menegaskan bahwa sejak awal dirinya tidak memiliki ambisi mencalonkan diri sebagai gubernur. Ia mengaku sempat mendorong SF Hariyanto maju sebagai calon gubernur setelah menjabat Penjabat (Pj) Gubernur Riau.

"Saya hanya membantu bapak, karena saya minta bapak yang maju sebagai gubernur. Saya tidak pernah punya niat, saya tidak pernah mau jadi gubernur," katanya.

Abdul Wahid mengatakan keinginan SF Hariyanto maju sebagai gubernur saat itu bukanlah rahasia. 

"Begitu dia jadi Pj Gubernur, dia memang ingin jadi gubernur. Itu semua orang tahu dan bukan rahasia," ungkap Abdul Wahid.

Namun, berdasarkan hasil survei, elektabilitas SF Hariyanto disebut hanya sekitar 4 persen sehingga dinilai sulit bersaing dengan kandidat lain, termasuk Syamsuar.

Menurut Abdul Wahid, setelah melihat hasil survei tersebut, SF Hariyanto justru meminta dirinya maju sebagai calon gubernur. Namun, ia mengaku sempat menolak karena tidak ingin mengejar jabatan.

"Saya ini orang yang tidak pernah mau bertentangan dan bermusuhan dengan teman. Lebih baik menjaga pertemanan daripada mengejar jabatan," tuturnya.

Abdul Wahid mengatakan keputusannya berubah setelah didatangi sejumlah tokoh yang memintanya maju pada Pilkada Riau. Di antaranya mantan Gubernur Riau Rusli Zainal, mantan Bupati Siak Arwin AS, dan Ustaz Abdul Somad (UAS).

"Saya bilang saya tidak punya keinginan. Mereka bilang, 'Tolonglah Riau diperbaiki, sama-sama kita memperbaiki.' Saya bilang, saya istikharah dulu," kata Abdul Wahid.

Ia mengaku juga meminta pertimbangan istrinya, yang disebut sebagai orang paling tidak setuju dirinya maju sebagai calon gubernur. Namun, karena menghormati permintaan UAS, Abdul Wahid akhirnya menerima pencalonan tersebut.

"Saya segan sama UAS. Beliau yang meminta saya memperbaiki Riau. Dengan berat hati saya akhirnya maju menjadi gubernur," tutur Abdul Wahid.

Setelah memutuskan maju, Abdul Wahid menegaskan tidak pernah melobi partai politik maupun mengeluarkan uang untuk mendapatkan dukungan.

"Saya tidak pernah mengurus partai, lobi sana lobi sini. Saya langsung diberi rekomendasi oleh Pak Surya Paloh di NasDem. Di PKB saya juga dikasih. Saya tidak pernah keluar uang sepeser pun," katanya.

Abdul Wahid juga membeberkan proses penentuan calon wakil gubernur. Menurut dia, semula ia menginginkan mantan Bupati Pelalawan, Harris, sebagai pendampingnya. 

Nama Harris, kata Abdul Wahid, merupakan salah satu yang direkomendasikan UAS, selain Ustaz Mawardi dan Bupati Pelalawan Zukri, tapi Zukri menyatakan maju sebagai calon Bupati Pelalawan.

"Saya bilang sama Pak Harris, tidak cukup hanya PKB dan NasDem. Kalau bapak dapat PDI, bapak jadi wakil saya, karena sudah direkomendasikan UAS," katanya.

Di tengah proses tersebut, SF Hadiyanto disebut menawarkan diri menjadi calon wakil gubernur. Abdul Wahid pun memberikan syarat yang sama.

"Pak SF ngotot minta jadi wakil. Saya bilang oke, kalau bapak dapat PDI, bapak jadi wakil. Silakan bertarung dengan Pak Harris," ungkapnya.

Abdul Wahid mengaku tidak mengetahui bagaimana mekanisme hingga akhirnya SF Hariyanto berhasil mendapatkan dukungan PDI. Namun karena telah berkomitmen sejak awal, ia tetap memegang janjinya.

"Saya orangnya komitmen. Begitu SF dapat PDI, saya dipanggil UAS, apakah sudah seperti itu. Saya bilang saya berteman dengan Pak SF sudah 20 tahun lebih. Saya tahu karakternya. Karena saya sudah janji, siapa dapat PDI dia jadi wakil," tutup Abdul Wahid.*

Terbaru
华 闻
Andrie Djaja Kembali Pimpin FOBI...
Minggu, 28 Juni 2026 | 00:36:14 WIB
HUT Dewa Kwan Te Kong di Kwan Te Karya Agung...
Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:52:06 WIB
Artikel Popular
4
politik
hukum
KPK Tetapkan Bupati Kuansing Tersangka...
Rabu, 1 Juli 2026 | 18:30:09 WIB
Nasional
PT Inti Indosawit Subur Perkuat Program CSR di...
Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:07:59 WIB