Jul 2026
06

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Di Bawah Supervisi Danantara, BRI Cetak Dividen Tertinggi Sepanjang Sejarah
etalase | Senin, 6 Juli 2026 | 20:16:47 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : rivo

PEKANBARU - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus menunjukkan kinerja yang solid di bawah supervisi Danantara. Selain membukukan pertumbuhan bisnis yang positif, BRI juga mencatat sejarah baru dengan membagikan dividen terbesar sepanjang berdirinya perusahaan, sekaligus memperkuat komitmennya dalam mendukung ekonomi kerakyatan dan program prioritas pemerintah.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2026, BRI menetapkan pembagian dividen tunai Tahun Buku 2025 sebesar Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham. Nilai tersebut menjadi dividen terbesar sepanjang sejarah BRI.

Pembagian dividen tersebut berasal dari laba bersih konsolidasian tahun buku 2025 sebesar Rp57,132 triliun, dengan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp56,65 triliun. Capaian ini kembali menempatkan BRI sebagai salah satu penyumbang dividen terbesar bagi negara sekaligus mencerminkan konsistensi perseroan dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Baca :

Kinerja positif tersebut berlanjut pada Triwulan I 2026. BRI membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun, meningkat 13,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penyaluran kredit juga tumbuh menjadi Rp1.562 triliun atau naik 13,7 persen secara tahunan, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.555 triliun, meningkat 9,4 persen.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan kehadiran Danantara menjadi momentum penting bagi BRI untuk mempercepat transformasi sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pembangunan nasional.

"BRI akan terus melanjutkan transformasi dengan bertumpu pada fundamental yang kuat, penguatan bisnis inti, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru. Keberadaan Danantara menjadi momentum penting bagi BRI untuk memperkuat peran dalam mendukung pencapaian program strategis nasional serta berbagai program prioritas pemerintah. Kami ingin memastikan pertumbuhan perseroan tidak hanya tercermin pada kinerja keuangan, tetapi juga pada kontribusi nyata dalam pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi kerakyatan, dan penciptaan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Hery.

Sebagai bagian dari transformasi tersebut, BRI menjalankan program BRIVolution Reignite yang difokuskan pada penguatan struktur pendanaan, percepatan digitalisasi, peningkatan produktivitas, serta pengembangan bisnis inti dan sumber pertumbuhan baru secara berkelanjutan.

Transformasi itu juga diperkuat melalui Corporate Rebranding BRI yang diluncurkan bertepatan dengan hari jadi ke-130 perusahaan pada Desember 2025. Rebranding tersebut menegaskan posisi BRI sebagai "Satu Bank untuk Semua", dengan identitas yang lebih modern, inklusif, dan tetap berpijak pada DNA pemberdayaan UMKM serta ekonomi kerakyatan.

Dari sisi pendanaan, BRI juga mencatat perbaikan yang signifikan. Hingga Triwulan I 2026, dana murah (CASA) tumbuh 13,2 persen menjadi Rp1.058,6 triliun, sehingga rasio CASA meningkat menjadi 68,07 persen. Kondisi tersebut mendorong penurunan cost of fund (CoF) dari 3 persen menjadi 2,3 persen, yang ditopang oleh meningkatnya transaksi melalui BRImo, Qlola by BRI, Business Merchant, dan QRIS BRI.

Komitmen BRI dalam mendukung sektor produktif juga tercermin melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sepanjang Januari hingga Mei 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp84,36 triliun, atau 46,87 persen dari total alokasi tahun ini sebesar Rp180 triliun.

Sebanyak 67,18 persen penyaluran KUR dialokasikan ke sektor produktif, dengan sektor pertanian menjadi penerima terbesar senilai Rp35,91 triliun. Capaian tersebut semakin mengukuhkan posisi BRI sebagai penyalur KUR terbesar di Indonesia.

Di sektor perumahan, hingga akhir Mei 2026 BRI telah menyalurkan Kredit Pemilikan Properti (KPP) sebesar Rp9,5 triliun kepada 68.212 debitur. Melihat tingginya kebutuhan masyarakat, perseroan juga meningkatkan target penyaluran KPP tahun 2026 dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun.

BRI juga terus memperkuat pemberdayaan UMKM dan pembangunan desa. Hingga saat ini, perseroan telah membina 5.245 Desa BRILiaN, melayani 15,6 juta pengguna LinkUMKM, serta mengembangkan lebih dari 43 ribu klaster usaha melalui program Klasterku Hidupku untuk mendorong pelaku usaha rakyat naik kelas.

Sementara itu, penguatan ekosistem BRI Group turut memberikan kontribusi signifikan. Hingga Triwulan I 2026, perusahaan-perusahaan anak BRI membukukan laba sebesar Rp3,89 triliun, atau setara 25,1 persen dari laba bersih konsolidasian perseroan.

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menilai kinerja positif bank-bank Himbara menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kinerja bank Himbara yang positif menjadi pilar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan yang lebih besar kepada sektor-sektor produktif dan kerakyatan, termasuk industri manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, infrastruktur, UMKM, serta berbagai sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing nasional," ujar Dony.

Dengan kinerja yang terus bertumbuh, transformasi yang berkelanjutan, serta fokus pada pemberdayaan UMKM dan ekonomi rakyat, BRI menegaskan posisinya tidak hanya sebagai institusi perbankan terbesar di Indonesia, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi nasional.*

Terbaru
华 闻
HPT Rohil Rayakan HUT ke-22 dan Lantik...
Minggu, 5 Juli 2026 | 14:40:09 WIB
Enam Tatung Meriahkan HUT Dewa Oho Thua Jiong...
Sabtu, 4 Juli 2026 | 15:52:46 WIB
Andrie Djaja Kembali Pimpin FOBI...
Minggu, 28 Juni 2026 | 00:36:14 WIB
Artikel Popular
1
politik
hukum
Nasional