Jan 2026
12

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Iran Tembak Jatuh Pesawat Nirawak AS, Trump Balas Mengecam
dunia | Senin, 30 November -0001 | 00:00:00 WIB
Editor : wisly | Penulis : vivanews
Donald Trump

Iran membuat kesalahan sangat besar dengan menembak jatuh pesawat pengawas nirawak AS di Selat Hormuz, kata Presiden Donald Trump.

Namun, dia mengatakan kepada wartawan bahwa itu kemungkinan akibat kesalahan manusia, dengan mengatakan: "Saya merasa kesulitan memahami mengapa Iran secara sengaja menembak."

Iran mengatakan pesawat tak berawak itu telah melanggar wilayah udara Iran, tetapi militer AS membantahnya.

Baca :

Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif mengatakan Iran akan mempermasalahkan tindakan AS yang disebutnya "melanggar batas wilayah kami" kepada PBB.

"Kami tidak ingin perang, tetapi kami akan gigih mempertahankan wilayah udara, tanah, dan perairan kami," katanya di Twitter.

Duta Besar Iran untuk PBB, Majid Takht Ravanchi mengatakan, pesawat nirawak itu jelas terlibat dalam operasi mata-mata dalam apa yang dia sebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.

Dalam suratnya kepada sekretaris jenderal PBB dan Dewan Keamanan, Ravanchi mengatakan Iran tidak menghendaki perang, tapi negara itu memiliki hak untuk mempertahankan wilayahnya dari tindakan bermusuhan.

Berbicara di Gedung Putih, Trump mengatakan berdasarkan "dokumentasi yang ada" pesawat tak berawak itu terbang di atas perairan internasional dan bukan di wilayah udara Iran.

"Saya pikir mungkin Iran melakukan kesalahan-saya membayangkan seorang jenderal atau seseorang yang membuat kesalahan dalam penembakan yang membuat pesawat itu jatuh," katanya.

Dalam jumpa pers, Trump mengatakan penembakan itu hanya dapat dilakukan oleh, meminjam kata-katanya seseorang yang liar dan bodoh.

Presiden Rusia, Vladimir Putin memperingatkan perang antara AS dan Iran akan menjadi "malapetaka dengan konsekuensi yang sulit diprediksi".

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mendesak semua pihak untuk menahan diri semaksimal mungkin.

Di Amerika Serikat, Ketua DPR Demokrat Nancy Pelosi mengatakan AS tidak memiliki keinginan untuk berperang dengan Iran, sementara kandidat utama untuk nominasi presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, menyebut strategi Trump terhadap Iran sebagai "bencana akibat tindakannya sendiri".

Sementara, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir mengatakan kepada BBC bahwa negaranya sedang mencoba mengirim pesan kepada Iran bahwa perilakunya "tidak dapat diterima".

"Tidak ada yang mau memulai perang. Tapi kita tidak bisa membiarkan Iran marah seperti ini. Bukti keterlibatan Iran sangat meyakinkan. Mereka mengatakan mereka akan melakukannya, dan sekarang mereka melakukannya," katanya.*

Terbaru
sportainment
Tersingkir Dari Piala FA, MU Hampir Dipastikan Tanpa Gelar Musim Ini
Senin, 12 Januari 2026 | 10:27:17 WIB
pekanbaru
Hari Ini, Sebagian Wilayah Riau Hujan Ringan
Senin, 12 Januari 2026 | 09:23:43 WIB
dunia
Trump Tegaskan AS Harus Kuasai Greenland Sebelum China atau Rusia
Minggu, 11 Januari 2026 | 20:29:35 WIB
kampar
Elevasi Waduk Naik 1,97 Meter, Ini Penjelasan Manager PLTA Koto Panjang
Minggu, 11 Januari 2026 | 20:09:49 WIB
inhu
Bupati Apresiasi PSMTI Run Indragiri Hulu
Minggu, 11 Januari 2026 | 19:06:43 WIB
politik
Setelah Tertunda, Muhariza Dilantik Jadi Ketua DPC PDI Perjuangan Rohil
Minggu, 11 Januari 2026 | 15:00:00 WIB
华 闻
PSMTI Riau Bantu Korban Bencana di Solok...
Selasa, 30 Desember 2025 | 01:17:57 WIB
Aklamasi, Zainal Arif Terpilih Jadi Ketua PSMTI...
Senin, 29 Desember 2025 | 14:12:33 WIB
Artikel Popular
1
2
3
politik
Pilkada Tak Langsung Jadi Ancaman Demokrasi...
Kamis, 8 Januari 2026 | 20:27:09 WIB
hukum