|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Masjid Al-Firdaus, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru berkolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Swadaya Ummah menggelar pelatihan penyelenggaraan jenazah. Kegiatan ini diharapkan dapat mencetak kader relawan pemulasaran jenazah yang siap diterjunkan ke tengah masyarakat.
Pelatihan yang digelar di Masjid Al-Firdaus, Jalan Firdaus II, Tangkerang Labuai, Sabtu (15/8/2026) ini diikuti ratusan peserta dari pengurus dan jemaah sepuluh masjid di Kecamatan Bukit Raya. Adapun pemateri yang dihadirkan dari LAZ Swadaya Ummah yakni Dr KH Hikmatullah MSy.
Ketua Masjid Al-Firdaus H Muhammad Herwan dalam kata sambutannya menyampaikan, penyelenggaraan jenazah merupakan kewajiban kolektif (fardhu kifayah) yang sangat mulia di sisi Allah SWT. "Kita sebagai umat muslim harus juga memahami dan membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan penyelenggaraan jenazah," ujarnya.

Dalam kaitan itulah, lanjut Herwan, pelatihan ini diselenggarakan. Setidaknya ada tiga maksud dan tujuan pelatihan ini. Pertama, memberikan "edukasi syari'at" terkait teori dan hukum-hukum fardhu kifayah penyelenggaraan jenazah.
"Fakta yang kita temui saa ini, masih banyak masyarakat, terutama anak atau keluarga ahli musibah, yang tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai tentang penyelenggaraan jenazah. Akibatnya, saat musibah datang, mereka kebingungan dan cemas," tuturnya.
Selain itu, kata Herwan, dari pengamatan di tengah masyarakat, masih ada praktik-praktik pengurusan jenazah yang bercampur dengan tradisi lokal yang belum tentu sejalan dengan ajaran Islam yang murni. "Maka, pelatihan ini menjadi momen penting untuk meluruskan dan mengembalikan praktik tersebut pada syariat dan tuntunan Rasulullah SAW," katanya.
Kedua, membekali keterampilan praktis penyelenggaraan jenazah. "Melalui pelatihan ini diberikan pemahaman yang benar tentang tata cara penyelenggaraan jenazah—mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga menguburkan—sesuai tuntunan syariat Islam. Dengan demikian, hak-hak muslim yang telah wafat dapat terpenuhi dengan sempurna dan diridhai Allah SWT," papar Herwan.
Ketiga, pelatihan ini untuk meregenerasi petugas pemulasaran jenazah di lingkungan masyarakat atau masjid. "Kita melihat bahwa pada umumnya, petugas relawan penyelenggaraan jenazah di lingkungan kita didominasi oleh orang-orang tua yang senior. Tersebab itu, tak kalah penting adalah perlunya regenerasi petugas penyelenggaraan jenazah. Mesti ada kader-kader baru yang muda, tangguh, dan berilmu siap menggantikan para senior agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan berkesinambungan," kata Herwan.
Ia mengucapkan terima kasih kepada LAZ Swadaya Ummah yang telah bersedia berkolaborasi untuk penyelenggaraan pelatihan. "Atas nama pengurus Masjid Al-Firdaus, kami mengucapkan terima kasih kepada Ustaz Dr KH Hikmatullah MSy selaku narasumber dan instruktur pelatihan ini, serta seluruh panitia yang telah mempersiapkan acara ini dengan baik. Semoga pengetahuan yang kita peroleh akan dapat bermanfaat, setidaknya untuk diri kita sendiri dan seluruh peserta," ucapnya.
Direktur Eksekutif LAZ Swadaya Ummah Pekanbaru Ahmad Rifa'i Ritonga SH MH berharap pelatihan ini dapat menambah literasi tentang pemuliaan jenazah kepada umat Islam, terkhusus pada generasi usia 17-40 tahun. "Dengan adanya pelatihan ini, semoga umat lebih sadar tentang kepedulian bahwa penyelenggaraan jenazah ini adalah fardhu kifayah," ujarnya.
Selain itu, menurut Ahmad Rifa'i, ternyata ada juga orang yang tidak sanggup untuk menyelenggarakan fardhu kifayah, maka ada lembaga amil zakat seperti Swadaya Ummah yang melakukan dakwah atau tugas melakukan fardhu kifayah, menyiapkan ambulans, dan kebutuhan-kebutuhan untuk jenazah.
Sementara itu, para peserta tampak antusias menyimak materi dan praktik penyelenggaraan jenazah dalam pelatihan tersebut. Peserta juga secara bergantian mengajukan berbagai pertanyaan kepada pemateri.*