Sep 2026
12

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Oknum Satpol PP Pekanbaru Dilaporkan ke Polisi, Dugaan Penganiayaan Pacar
hukum | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:27:40 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : rivo
ilustrasi

PEKANBARU - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru tengah menyelidiki laporan dugaan penganiayaan yang melibatkan seorang oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru berinisial NY.

Laporan tersebut dibuat oleh seorang perempuan berinisial AMW (37), yang mengaku menjadi korban dugaan kekerasan oleh NY, yang disebut merupakan pacarnya.

Kasus tercatat dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor LP/B/643/V/2026/SPKT/Polresta Pekanbaru/Polda Riau. Laporan diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Pekanbaru pada 23 Mei 2026 sekitar pukul 05.12 WIB.

Baca :

Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah membenarkan laporan tersebut. Ia mengatakan perkara itu masih dalam tahap pemeriksaan.

"Laporannya saat ini masih dalam tahap pemeriksaan," ujar Anggi saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026).

Dalam laporannya, AMW menyebut dugaan penganiayaan terjadi pada Jumat, 22 Mei 2026 sekitar pukul 02.00 WIB di sebuah rumah di kawasan Perumahan Bima Puri 2, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

Menurut keterangan korban, saat kejadian dirinya sedang berada seorang diri di rumah. NY kemudian datang dan berusaha masuk ke dalam rumah. Situasi yang semula tegang kemudian disebut berujung pada dugaan tindak kekerasan.

AMW mengaku dirinya diduga ditendang pada sejumlah bagian tubuh, termasuk perut dan pinggul. Ia juga menyebut mendapat pukulan yang mengenai bagian kepala. Akibat kejadian tersebut, korban mengaku mengalami sejumlah luka lebam dan pendarahan di beberapa bagian tubuh.

AMW juga telah menjalani visum untuk mendokumentasikan luka yang dialaminya, di antaranya pada bagian pelipis, tangan, dan sejumlah bagian tubuh lainnya.

Kepada polisi, AMW mengaku dugaan kekerasan yang dialaminya bukan kali pertama terjadi.

Ia menyebut tindakan tersebut diduga kerap terjadi ketika mereka berada di dalam rumah.

"Selama ini sering terjadi di dalam rumah. Saya tinggal sendiri, dan dia datang. Kalau saya melawan atau berteriak, justru semakin dipukul," ungkap AMW.

Selain kekerasan fisik, korban juga mengaku pernah mendapatkan ancaman dari terlapor. Bahkan, menurut AMW, terlapor pernah meremehkan rencana dirinya untuk melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.

Merasa tidak aman, AMW akhirnya memilih menempuh jalur hukum. Ia berharap laporan tersebut dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku dan memberikan perlindungan serta keadilan bagi dirinya.

"Sebenarnya penyebabnya tidak ada, hanya masalah biasa. Namun yang bersangkutan memang temperamental dan sering memukul saya," ujarnya.

Laporan dugaan penganiayaan tersebut mengacu pada Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Hingga Selasa (11/8/2026), penyidik Satreskrim Polresta Pekanbaru masih melakukan pemeriksaan untuk mendalami laporan tersebut.

Proses hukum akan menentukan lebih lanjut fakta dan pihak yang bertanggung jawab dalam perkara tersebut. 

Adapun NY masih berstatus sebagai terlapor dan belum dinyatakan bersalah berdasarkan putusan pengadilan.

AMW berharap proses penyelidikan berjalan sesuai ketentuan hukum dan dugaan kekerasan yang dilaporkannya dapat ditangani secara serius agar tidak kembali terjadi.*

Terbaru
potensa
PT Rimba Lazuadi Berikan Pelatihan Dan Bentuk MPA
Sabtu, 12 September 2026 | 20:54:32 WIB
potensa
PT RLZ Salurkan Program CD di Wilayah Operational
Sabtu, 12 September 2026 | 20:50:49 WIB
etalase
XLSMART Perkuat Konektivitas Global Indonesia Melalui CANDLE Cable System
Sabtu, 12 September 2026 | 13:05:55 WIB
siak
Brimob Riau Tangani Karhutla di Dayun Siak, Cegah Api Meluas
Sabtu, 12 September 2026 | 10:18:25 WIB
Artikel Popular
1
politik
Projo Riau Bagikan 7.000 Masker di Jalan Sudirman...
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 00:27:11 WIB
hukum
65 Kg Sabu dari Malaysia Digagalkan di...
Kamis, 10 September 2026 | 21:53:00 WIB
Nasional
Status Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga Level...
Minggu, 6 September 2026 | 21:12:01 WIB