|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Ribuan umat dan puluhan bhikkhu dari mancanegara menghadiri ground breaking pembangunan Gedung Sima di Bodhinanda Pa-Auk Tawya Vipassana-Dhura Hermitage Pekanbaru Jalan Sidorukun Ujung, Minggu (15/12/2024). Ground breaking ditandai dengan peletakan batu pertama dan penekanan tombol sirine.
Ketua Yayasan Bodhinanda, Anthony Lauwrence mengatakan, pembangunan Sima Hall merupakan acara istimewa bagi umat Buddha. Gedung Sima merupakan bangunan yang sangat sakral. Bangunan merupakan tempat para Bhikkhu berkumpul di hari Uposatha untuk melafalkan kembali PÄá¹imokkha dan tempat pentahbisan Bhikkhu. Di hari biasa dapat dijadikan ruang meditasi dan pembelajaran Dhamma.
"Kita lihat umat yang hadir sangat ramai, termasuk puluhan Bhikkhu berasal dari mancanegara, seperti Malaysia, Banglades, Nepal, Singapura dan negara lainnya," ujarnya.
Anthony Lauwrence berharap pembangunan gedung cepat selesai dan mendapat dukungan dari umat Buddha, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan dan kemajuan Agama Buddha di Indobesia, khususnya di Pekanbaru. "Kami mengucapkan terima kasih kepada umat dan donatur yang telah memberikan sumbangsih untuk pembangunan gedung," ujarnya.
Disekitar pembangunan Gedung Sima, lanjutnya, telah berdiri beberapa bangunan di atas lahan 2,4 hektar. Di antaranya tempat tinggal para Bhikkhu, tempat kegiatan Dhama dan lainnya. "
Sebelumnya Hari Sabtu (14/12/2024), dilaksanakan prosesi penanaman pohon boddhi, pohon sala dan pohon tabebuia. Kemudian mengabadikan empat patung Buddha di empat sisi mata angin yang mengelilingi pohon Boddhi.
Sementara itu, Pembimas Agama Buddha Kanwil Kemenag Riau, Tarjoko mengatakan, atas nama pemerihtah mengucapkan selamat atas dibangunnya Gedung Sima, karena turut berpartisipasi membangun bangsa dalam bidang agama.
"Orang yang membangun Gedung Sima punya niat yang suci dan orang yang luar biasa. Membuat ruang untuk orang lain menanam kebajikan," pungkasnya.
Ground breaking disupoort Wisdom Community dan Sariputta Buddhist Studies. Turut dihadiri Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Riau, Polsek Payung Sekaki dan tokoh agama Buddha di Pekanbaru.*