|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Ratusan umat Buddha dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Riau melaksanakan Dharmayatra ke Candi Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, Minggu (4/5/2024). Dharmayatra dipimpin Sekretariat Wilayah (Sekwil) Sangha Agung Indonesia Provinsi Riau, YM Bikkhu Pannapadipo Mahathera.
Dharmayatra diisi dengan penyalaan lilin panca warna, pradaksina dengan mengelilingi candi Muara Takus sebanyak tiga kali, aradhana tisarana dan Pancasila, renungan Waisak, pesan Waisak dan Sangha (Dhammadesana).
Dalam pesan Waisak, Sangha Agung mengingatkan tentang perlunya kebersamaan untuk kemajuan. "Hari ini, umat yang datang dari berbagai pelosok daerah di Riau. Menandakan rasa kebersamaan masih kuat dan perlu kita jaga," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Provinsi Riau, Romo Hanlun kepada wartawan mengatakan, Dharmayatra ke Candi Muara Takus dihadiri sekitar 800 umat. Berasal dari Pekanbaru, Kabupaten Rohul, Rohil, Bengkalis, Siak dan derah lainnya.
Dijelaskannya, Dharmayatra ke Candi Muara Takus merupakan kegiatan rutin setiap memperingati Tri Suci Waisak. Sudah dilakukan sejak tahun 1992.
"Perayaan Waisak memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Siddhartha Gautama, yaitu kelahirannya, pencapaiannya dalam mencapai pencerahan, dan kematiannya atau Parinirvana," kata Hanlun.
Tahun ini, lanjutnya, perayaan Waisak mengambil tema 'Semangat Kebersaman Untuk Indonesia Maju'. Salah satu maksud yang terkandung dalam tema perlunya kekompakan dan kepedulian umat untuk Indonesia maju.
Dikatakannya, perayaan Waisak di Candi Muara Takus sebagai bentuk kebersamaan. "Sila dan dharma yang kami jalanan hendaknya membuat kemajuan untuk diri sendiri maupun Indoneia," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Romo Hanlun minta dukungan pemerintah dan aparat keamanan agar perjalanan ziarah yang dilakukan umat Buddha ke tempat-tempat suci atau Dharmayatra ke Candi Muara Takus dapat berjalan lancar, termasuk dalam mengembangkan situs cagar budaya Candi Muara Takus.
Pembimas Buddha Kementerian Agama Provinsi Riau, Tarjoko meyambut baik Dharmayatra ke Candi Muara Takus yang merupakan situs sejarah umat Buddha peninggalan Kerajaan Sriwijaya. "Kehadiran Candi Muara Takus di Kecamatan XIII Koto, Kabupaten Kampar menandakan umat Buddha pernah ada di sini. Bahkan Muara Takus termasuk salah satu candi yang tertua di Indonesia," ungkapnya.
Dharmayatra ke Candi Muara Takus turut dihadiri Kapolres Kampar, AKBP Mihardi Mirwan, SH, SIK, MM, perwakilan Majelis Agama Buddha Riau
, puluhan Bikkhu dari Sekwil Sangha Agung Indonesia Provinsi Riau, perwakilan
Kecamatan XIII Koto kampar dan tamu undangan lainnya.
Sedangkan Puncak perayaan Waisak 2569 BE jatuh pada tanggal 12 Mei 2025.*