|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Polda Riau menggelar ajang lari bertajuk Road to Riau Bhayangkara Run (RBR) 7,9K, Minggu pagi (15/6/2025). Acara ini sukses menyedot antusias masyarakat.
Ajang lari ini diikuti 790 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelari profesional, anggota TNI-Polri, pelajar, hingga komunitas lari.
Peserta dilepas langsung oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, didampingi Wakapolda Riau, Brigjen Pol. Jossy Kusumo, serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Riau.
Bukan sekadar lomba, angka 7,9 kilometer yang ditempuh para pelari mengandung makna simbolis, mencerminkan usia 79 tahun Korps Bhayangkara, yang akan diperingati pada 1 Juli 2025 mendatang.
“Bhayangkara Run bukan sekadar ajang lari. Ini adalah ruang kebersamaan untuk hidup sehat, mempererat silaturahmi, dan menunjukkan bahwa Polri hadir sebagai mitra masyarakat,” ujar Irjen Herry.
Ia menegaskan bahwa Bhayangkara Run bukan hanya soal olahraga, tetapi wujud nyata keterlibatan Polri dalam membangun koneksi dengan masyarakat.
Lebih lanjut, Irjen Pol. Herry Herjawan mengajak masyarakat luas untuk ikut ambil bagian dalam Riau Bhayangkara Run 2025 yang akan digelar pada 13 Juli 2025, dengan beragam kategori yang terbuka untuk semua kalangan.
Ajang lari ini memulai dan mengakhiri rute di Lapangan Apel Mapolda Riau, melewati berbagai ikon kota Pekanbaru, menyerap semangat kebersamaan dan kekayaan visual kota dalam setiap langkah.
Di tengah semangat berlari, hadir pula pesan lingkungan. Sebagai bentuk kepedulian terhadap alam, Kapolda menyerahkan bibit pohon kepada tujuh komunitas pelari sebagai simbol aksi kecil yang berarti untuk keberlanjutan bumi.
Kegiatan ditambah semarak oleh UMKM yang menyajikan berbagai kuliner khas lokal bagi peserta serta panggung hiburan rakyat menjadikan acara ini lebih dari sekadar ajang lomba, tapi pesta rakyat.
Selain mengkampanyekan gaya hidup aktif, kegiatan ini juga mengusung pesan sosial penting, seperti anti-narkoba, keselamatan berlalu lintas, dan kesadaran lingkungan.
Menariknya, Irjen Herry tidak hanya melepas peserta, tetapi juga ikut berlari bersama dan berhasil mencapai garis finish pada pukul 06.56 WIB.
Dalam kategori umum, tiga pelari tercepat yang berhasil menyentuh garis finish pertama adalah peserta dengan nomor 343, 316, dan 389. Sementara itu, untuk kategori pelari putri tercepat, diraih oleh peserta nomor 542, 105, dan 223.
Riau Bhayangkara Run 7,9K membuktikan bahwa Polri tidak hanya berdiri sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penggerak ruang-ruang interaksi publik yang positif, humanis, dan inspiratif.
Sebuah langkah menuju Polri yang Presisi, prediktif, responsif, dan transparan berkeadilan , sejalan dengan semangat zaman dan harapan masyarakat.*