Mar 2026
17

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
3.815 Personel Gabungan Kawal Lebaran di Riau
hukum | Jumat, 13 Maret 2026 | 06:09:48 WIB
Editor : Linda | Penulis : Linda N

PEKANBARU - Sebanyak 3.815 personel gabungan dari Polri, TNI, dan berbagai instansi terkait diturunkan untuk mengamankan arus mudik serta perayaan Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di Provinsi Riau. Mereka bertugas dalam sandi Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026.

Apel gelar pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Lancang Kuning 2026 digelar di halaman Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Kamis (12/3/2026) petang. Apel dipimpin Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo.

Hadir dalam apel tersebut Wakapolda Riau, Brigjen Pol Hengki Haryadi, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi,  Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Sutikno, Danrem 031/Wira Bima, Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau lainnya.

Baca :

Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Ribuan personel itu akan ditempatkan di sejumlah titik untuk melakukan pengamanan mudik dan balik Idulfitri.

Irjen Herry mengatakan operasi ini merupakan wujud komitmen lintas sektoral untuk memastikan masyarakat dapat mudik dan merayakan Idulfitri dengan aman, nyaman, tertib, dan lancar.

“Operasi Ketupat menjadi bentuk kerja sama seluruh instansi untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, sehingga mudik dan perayaan Idulfitri berlangsung aman dan nyaman,” ujar Irjen Herry.

Selain mengerahkan personel, Polda Riau mendirikan 1.624 Pos Pengamanan (Pospam), 779 Pos Pelayanan (Posyan), dan 343 Pos Terpadu, yang berfungsi sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat selama perjalanan mudik. "Pengamanan difokuskan pada 2.746 pos," kata Irjen Herry.

Tidak hanya itu, pengamanan juga mencakup 185.876 objek vital, mulai dari masjid, lokasi Salat Idulfitri, , objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga bandara.

Irjen Herry juga mengungkapkan secara nasional, Operasi Ketupat 2026 melibatkan 161.243 personel gabungan, yang ditempatkan di berbagai titik strategis seluruh Indonesia. 

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat selama  Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, menurun 1,75 persen atau sekitar 2,5 juta orang dibandingkan 2025 yang tercatat 146,4 juta orang.

 Irjen Herry mengingatkan bahwa mobilitas masyarakat tetap berpotensi meningkat, terutama dengan adanya kebijakan pemerintah berupa diskon tarif tol dan tiket transportasi umum untuk mendukung kelancaran mudik. “Seluruh personel harus siap mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat,” tegas Herry.

Irjen Herry menekankan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan, seperti  premanisme, balap liar, dan konflik antarwarga, sekaligus risiko bencana hidrometeorologi.  BMKG memprediksi cuaca selama arus mudik berpotensi berawan hingga hujan lebat.

“Lakukan patroli rutin di titik rawan, termasuk pendataan rumah kosong yang ditinggalkan pemudik. Kami juga menyediakan layanan penitipan kendaraan di kantor kepolisian agar masyarakat merasa aman,” ujar irjen Herry.

Dengan kesiapan personel dan pos pengamanan yang lengkap, Irjen Herry berharap dapat menjamin kelancaran arus mudik, keselamatan pemudik, dan terciptanya kondisi yang  kondusif selama mudi dan balik Lebaran. *

Terbaru
Artikel Popular
1
politik
Sah, Dikemri Terpilih Jadi Ketua BM PAN...
Rabu, 11 Maret 2026 | 05:42:56 WIB
Mensesneg Pastikan Tidak Ada Reshuffle Jelang...
Selasa, 10 Februari 2026 | 20:27:33 WIB
DPR RI Apresiasi Inovasi Green Policing Polda...
Senin, 26 Januari 2026 | 22:39:16 WIB
hukum
3.815 Personel Gabungan Kawal Lebaran di...
Jumat, 13 Maret 2026 | 06:09:48 WIB
Ketum Ormas PETIR Divonis 6 Tahun Penjara Kasus...
Rabu, 11 Maret 2026 | 20:00:00 WIB
Nasional
Puasa Ramadan Memanusiakan...
Minggu, 8 Maret 2026 | 14:00:00 WIB