|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Suasana pagi di Yayasan Pendidikan Pelita Kasih, Jumat (18/7/2025), terasa berbeda dari biasanya. Puluhan siswa tampak antusias mengikuti kegiatan bersama personel Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Riau.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Green Policing”, sebuah inisiatif kepolisian untuk membangun kesadaran lingkungan sejak dini.
Dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon B Pelopor, AKBP Jhon Firdaus, dan didampingi para pejabat utama, kegiatan ini menyuguhkan semangat edukatif yang menggabungkan nilai kebangsaan, lingkungan, dan pembinaan karakter generasi muda.
Dalam sambutannya, AKBP Jhon mengajak para siswa untuk ikut menjaga lingkungan dengan cara sederhana namun bermakna: menanam pohon. Ia menekankan bahwa menanam pohon bukan hanya urusan estetika, tetapi juga langkah menyelamatkan masa depan.
"Saya mengajak para siswa untuk menanam pohon demi keberlangsungan lingkungan dan ekosistem. Manfaat menanam pohon tidak hanya sekadar untuk estetika, tetapi menjadi harapan untuk di masa depan,” ujarnya di hadapan siswa.
Program Green Policing sendiri merupakan gagasan dari Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, yang ingin memperkuat peran polisi dalam menjaga lingkungan.
Inisiatif ini menekankan pendekatan yang tidak hanya bersifat represif, tetapi juga restoratif yakni dengan melakukan pemulihan ekosistem melalui gerakan penanaman pohon secara masif.
Kegiatan tersebut juga menjadi ajang pembinaan moral dan motivasi bagi para siswa. AKBP Jhon mengingatkan pentingnya pendidikan dan menjauhi perilaku negatif yang dapat merusak masa depan mereka.
Ia menyampaikan kepada para siswa untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan dalam menimba ilmu di Yayasan Pelita Kasih serta menjauhi segala jenis kenakalan remaja yang dapat merusak para generasi penerus bangsa.
“Semoga apa yang kami sampaikan hari ini menjadi bekal bagi masa depan dan dapat terus diterapkan. Karena masa depan Indonesia ada di tangan kalian,” tutup AKBP Jhon dengan penuh harap.
Kegiatan diakhiri dengan simbolisasi penanaman pohon dan pesan agar edukasi yang diberikan tidak hanya menjadi wacana, melainkan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari—baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. *