|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Tanoto Foundation menggelar kegiatan Journalist Capacity Building dengan mengangkat tema "Transformasi Jurnalisme Berkualitas di Era AI dan Digital" di Hotel Novotel Pekanbaru, Rabu (29/4/2026).
Pelatihan ini menjadi upaya meningkatkan kompetensi insan pers agar tetap mampu menghadirkan informasi yang akurat, kredibel, dan berimbang di tengah derasnya arus informasi digital serta maraknya disinformasi.
Regional Lead Tanoto Foundation Sumatera, Dendi Satria Buana, menegaskan bahwa informasi berkualitas merupakan fondasi penting bagi kemajuan masyarakat.
"Peran jurnalis sangat strategis, bukan hanya sebagai penyampai berita, tetapi juga penggaransi bahwa informasi yang disajikan dapat dipercaya serta mendorong literasi publik," ujarnya.
Dalam kegiatan ini juga turut menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi dan organisasi pers, yakni Yefrizal dari PWI Riau yang membawakan materi “Lanskap Jurnalisme di Era AI dan Digital”, serta Wahyudi El Panggabean, praktisi dan pelatih jurnalistik Pekanbaru, yang mengulas Etika Jurnalistik dan Verifikasi Informasi.
Pelatihan dimulai sejak pagi hingga sore hari, diikuti oleh para jurnalis dan peserta yang terlibat dalam ekosistem media di Riau.
Dendi menyoroti bahwa kemudahan akses informasi melalui perangkat digital membawa tantangan baru, yakni sulitnya membedakan informasi yang benar dan menyesatkan.
"Jika dulu informasi terbatas, kini masyarakat bisa mengakses berbagai sumber dalam hitungan detik. Namun, tidak semuanya dapat dipertanggungjawabkan," jelasnya.
Ia juga menyinggung perbedaan sudut pandang media dalam menyajikan isu global yang dapat memengaruhi persepsi publik, terutama bagi masyarakat dengan tingkat literasi yang masih rendah.
Selain itu, maraknya konten di platform digital seperti YouTube turut mempercepat penyebaran informasi yang belum terverifikasi, termasuk isu ekonomi maupun prediksi krisis yang berpotensi menimbulkan keresahan.
Di tengah kondisi tersebut, jurnalis dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga tetap menjunjung tinggi akurasi dan kredibilitas. Mereka kini berperan sebagai penjaga kebenaran dengan memastikan setiap informasi telah melalui proses verifikasi yang ketat.
"Kecepatan harus diimbangi dengan ketepatan. Jurnalis harus tetap menyajikan berita yang aktual sekaligus terpercaya," tegas Dendi.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara media dan berbagai lembaga untuk meningkatkan literasi masyarakat serta menghadirkan informasi yang edukatif dan berdampak.
Lebih lanjut, Tanoto Foundation yang berfokus pada bidang pendidikan, khususnya pengembangan anak usia dini dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, melihat peran media sebagai bagian penting dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
Menurut Dendi, teknologi bukan untuk dihindari, melainkan harus dimanfaatkan secara bijak dengan tetap mengedepankan etika jurnalistik.
"Dengan pengelolaan yang tepat, teknologi justru dapat memperkuat peran media dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat," katanya.
Ia pun optimistis Indonesia mampu mencapai target tersebut jika kualitas sumber daya manusia terus ditingkatkan, termasuk melalui penguatan kapasitas jurnalis.
Dan melalui kegiatan ini, Tanoto Foundation berharap jurnalis semakin siap menghadapi tantangan era digital sekaligus memperkuat perannya dalam mencerdaskan masyarakat dan menjaga kualitas informasi di ruang publik.*