|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

TELUK KUANTAN - Jalur asal Desa Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) secara mengejutkan menang atas salah satu jalur unggulan Meriam Onggang dari Desa Kepala Pulau, Kecamatan Kuantan Hilir pada hari kedua festival pacu jalur tradisional tahun 2025 ditepian Narosa, Rabu (21/8).
Jalur asal Sumbar yang bernama Telabang Sati Miyor Dubalang Hitam secara meyakinkan mampu meninggalkan lawan dengan cukup jauh. Padahal lawan yang ditaklukkan pernah menjadi juara diberbagai gelanggang pacu jalur.
Begitu juga dengan jalur-jalur asal Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dari 37 jalur yang mereka utus sebagian juga berhasil melaju di hari ketiga dari lima hari pacu yang akan dilaksanakan.
Jalur asal kabupaten Inhu yang melaju kehari ketiga hasil perpacuan hari kedua di antaranya Tuah Panglimo Keramat Olang Putih, Mahkota Ghajo Bujang Danau Pauh, Sikocik Molik Sitampan Gagah, Pulau Bertuah, Batu Hijau Tuah Negeri, Sultan Muda, Untung Bertuah, Putra Sulung Indragiri, Tuah Kalajengking Muda Indragiri 2014, Tuah Keramat Bukit Embun, Olang Buas, Tuah Selendang Putri Andini Nagaruncing. Siluman Ular Lubuak Bidai Tuah Datuak Imbang Dialam, Tuah kalajengkin muda Indragiri 2024, Putri Bungsu Sialang Puako, 7 Putri Tanjung Sialang, Panglimo Pidang Bekarat Jubah Hitam, Panglima Tasik Indang Bunian, Panglimo Rimbo Piako, Tuah Keramat Sialang Soko.
Jalur asal tuan rumah Kuansing yang melaju kehari ketiga dari hasil perpacuan hari kedua diantaranya Halilintar Gelombang Cahayo Putih, Rajo Tunggal, Dek Lasak Untuang Jadi, Rimbo Sakti Saiyo Batuah, Tuah Inayan Mandulang Untuang, Toduang Bakotat, Singa Ngarai.
Pacu jalur hari kedua benar-benar dipadati penonton. Sebab pada hari kedua diikuti 89 kali hilir atau diikuti 178 buah jalur. Penonton tidak terbatas pada tribun, namun juga diarena pantai, bahkan hingga masuk kedalam air.
Walaupun ratusan ribu pengunjung hadir menggunakan sepeda motor, roda empat, roda enam hingga truk-truk terbuka namun dengan kesigapan polisi kemacetan dapat terurai.
Akibat membludaknya penonton, juga terjadi anak-anak yang tersesat dari orang tua. Namun keberadaan Posko panitia bertebaran disetiap lokasi maka dapat dipertemukan kembali dengan keluarga.
Pada malam harinya pengunjung juga dihibur oleh artis-artis ibukota dipanggung hiburan rakyat ditepi sungai Kuantan.*