|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

TELUK KUANTAN - Taman Jalur Teluk Kuantan dipenuhi gemerlap cahaya dan dentuman musik. Malam penutupan Festival Pacu Jalur 2025 berlangsung penuh semarak, menjadi penutup indah dari rangkaian tradisi kebanggaan masyarakat Riau, khusus Kuantan Singingi.
Ribuan warga tumpah ruah di sekitar lokasi, menyaksikan hiburan spektakuler disiapkan. Panggung utama berdiri megah yang berhadapan langsung di tepi Sungai Kuantan, dihiasi ornamen melayu dan sentuhan modern memanjakan mata.
Dari kejauhan, sorotan lampu panggung berwarna-warni menembak ke langit menciptakan suasana magis yang sulit dilupakan. Tak heran, malam itu menjadi titik kulminasi dari euforia festival yang sudah berlangsung beberapa hari.
Acara ini dibuka dengan tarian kolosal oleh puluhan penari yang tampil dengan kostum penuh warna, mempersembahkan gerakan energik namun tetap kental dengan nuansa melayu. Penampilan ini disambut tepuk tangan panjang, menandakan bahwa tradisi bisa bersanding harmonis dengan kreativitas generasi muda.
Kemudian, hadir sebagai bintang tamu utama, Melly Mike membuka penampilan dengan lagu-lagu hits yang membangkitkan semangat anak muda. Saat ia melantunkan “Young Black & Rich”, suasana semakin meriah.
Penonton larut dalam hentakan musik yang berpadu dengan tarian kolaboratif Aura Farming Pacu Jalur yang menambah kekayaan visual malam itu. Tarian tersebut dipandu langsung oleh Rayyan Arkhan Dikha, menjadi simbol sinergi antara budaya tradisional dan modernitas.
Dari atas panggung Melly Mike menyapa seluruh penonton. Kemudian, ia turun kebawah panggung agar lebih dekat dengan warga. Dengan gaya autentiknya, Melly Mike menyebut salam kayuah, sapaan penuh semangat khas Pacu Jalur.
"Halo Indonesia, apakabar?.. Salam Kayuah" ucap Melly Mike diseling pempilannya di Taman Jalur, Taluk Kuantan, Kuansing, Minggu (24/08/2025) malam.
Melly menuturkan rasa haru dan cintanya kepada masyarakat yang menyambutnya dengan penuh hangat. Ia mengungkapkan, bahwa ramah tamah warga lokal membuat semakin jatuh hati dengan Kuantan Singingi.
Melly juga menyampaikan betapa bersyukurnya ia bisa hadir dan menyaksikan secara langsung kemegahan tradisi pacu jalur, yang tidak hanya menjadi perlombaan tetapi juga warisan budaya menyatukan masyarakat. Mike menegaskan bahwa pengalaman di Kuansing akan selalu menjadi bagian berharga dalam hidupnya.
"Berada di Riau menjadi bagian dari Pacu Jalur adalah sesuatu yang akan selalu saya syukuri. Ini merupakan sebuah kehormatan, terima kasih telah menerima saya. Saya sangat berharap bisa kembali lagi suatu hari nanti. Saya sangat mencintai ini dan saya sangat mencintai kalian semua, sampai jumpa," ungkapnya.*