|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Kedeputian Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia menggelar sosialisasi kebijakan dan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Riau. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu (15/10/2025) hingga Jumat (17/10/2025).
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Kedeputian Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN RI, Dr. Ermia Sofiyessi. Dalam sambutannya, Ermia menegaskan bahwa sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut, khususnya bagi para pelaksana di lapangan.
"Hari ini, Provinsi Riau menerima penjelasan terkait kebijakan dan pedoman pelaksanaan program MBG. Kami ingin memastikan semua pihak memahami aturan dan tata kelola yang telah ditetapkan," ujar Ermia.
Program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah. Dalam pelaksanaannya, BGN RI melibatkan berbagai mitra, mulai dari Satuan Pelayanan Pendidikan dan Gizi (SPPG) hingga pihak swasta.
Ermia menjelaskan, sosialisasi selama tiga hari ini menjadi wadah penting untuk menyamakan persepsi dan memastikan pelaksanaan program sesuai standar.
"Kami ingin penerima manfaat memperoleh gizi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Tata kelola yang baik menjadi kunci agar tidak terjadi penyimpangan yang merugikan," jelasnya.
Program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi harian, tetapi juga menjadi pondasi penting bagi pembangunan sumber daya manusia berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, seluruh pihak yang terlibat diwajibkan mematuhi standar operasional yang telah disusun oleh BGN RI.
"Alhamdulillah, sejauh ini beberapa mitra telah menerima arahan terkait tata kelola program. Kami akan terus melakukan pembinaan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," pungkas Ermia.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif pemerintah pusat yang menyediakan makanan sehat dan bergizi untuk anak-anak sekolah serta masyarakat rentan. Program ini diharapkan dapat menurunkan angka stunting, meningkatkan konsentrasi belajar anak, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dengan adanya sosialisasi ini, BGN RI berharap pelaksanaan program di Riau berjalan transparan, terukur, dan tepat sasaran.*