|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

BATAM – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 memperkuat kolaborasi strategis dengan media melalui ajang Media Gathering 2026 yang mengusung tema "Innovating Through Collaboration".
Kegiatan ini sendiri menjadi momentum penting dalam mempererat kemitraan sekaligus menegaskan peran media dalam mendukung literasi publik dan ketahanan energi nasional.
Acara tersebut juga dirangkaikan dengan Malam Apresiasi Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2025 sebagai bentuk penghargaan kepada insan pers yang berkontribusi dalam pemberitaan industri hulu migas di wilayah kerja Regional 1.
Direktur Utama (Dirut) PHR Regional 1, Muhamad Arifin, menegaskan bahwa perusahaan membutuhkan dukungan ekosistem yang solid dalam menghadapi tantangan operasional 2026, termasuk dari media sebagai mitra strategis.
"PHR Regional 1 memikul tanggung jawab besar dalam menjaga pasokan energi nasional. Kami berkontribusi sekitar sepertiga lifting minyak nasional. Ini menunjukkan betapa krusialnya peran Regional 1 dalam menjaga ketahanan energi Indonesia," ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Arifin menjelaskan, mayoritas lapangan migas yang dikelola merupakan lapangan tua (mature fields) yang secara alamiah mengalami penurunan produksi. Namun kondisi tersebut tidak menjadi hambatan bagi perusahaan untuk terus berinovasi.
Pada 2026, PHR Regional 1 mengusung strategi agresif namun terukur melalui peningkatan pengeboran sumur pengembangan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja.
Sejumlah pendekatan diterapkan, seperti pengeboran Migas Non Konvensional (MNK), batch drilling, hingga teknologi velocity string untuk menjaga produktivitas lapangan.
"Strategi ini kami jalankan secara disiplin dan terukur agar lapangan tetap andal serta mampu menopang target produksi," jelasnya.
Melalui Digital & Innovation Center (DICE) serta sistem ONE PHR GIS, perusahaan mengintegrasikan data, digitalisasi, dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan akurasi pengambilan keputusan, efisiensi operasi, serta keselamatan kerja.
"Jika rekan-rekan jurnalis memanfaatkan AI untuk menjaga akurasi pemberitaan, kami menggunakan AI untuk menjaga akurasi produksi. Di titik ini, kita berada pada frekuensi yang sama, mengandalkan data, verifikasi, dan presisi," sebut Arifin.
Selain itu, PHR Regional 1 menegaskan pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan konstruktif terkait industri hulu migas.
Dukungan pemberitaan yang objektif dinilai penting untuk mengawal perjalanan perusahaan mencapai target produksi 2026.
"Kami membutuhkan media sebagai mitra yang kritis sekaligus konstruktif. Sampaikan jika ada yang perlu diperbaiki, namun kami juga berharap perjuangan ribuan pekerja di lapangan dapat tersampaikan secara utuh kepada publik," tegasnya.
Ke depan, PHR Regional 1 berkomitmen membuka ruang komunikasi yang lebih luas, memperkuat transparansi, dan membangun kolaborasi berkelanjutan.
Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHR mengelola wilayah kerja Regional 1 Sumatra yang membentang dari Aceh hingga Sumatra Selatan.
Kontribusinya mencapai sepertiga produksi minyak Subholding Upstream Pertamina, menjadikannya salah satu tulang punggung pemenuhan energi nasional.
"Menjaga energi Indonesia bukan hanya soal target hari ini, tetapi membangun kepercayaan dan keberlanjutan untuk masa depan. Dengan kolaborasi yang kuat, kami yakin tantangan seberat apa pun dapat dihadapi bersama," tutup Arifin.*