Apr 2026
30

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Polda Riau Gaungkan Konservasi di Tengah Ancaman Gajah Sumatera
pekanbaru | Minggu, 12 April 2026 | 07:12:00 WIB
Editor : Linda | Penulis : Linda N

PEKANBARU — Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar Festival Seni Konservasi bertajuk “Panggung Gajah” di Rumah Tuan Kadi, Sabtu (11/4/2026) malam, sebagai respons atas kian terancamnya populasi gajah Sumatera di wilayah tersebut.

Kegiatan ini menjadi upaya membangun kesadaran publik melalui pendekatan budaya, di tengah meningkatnya tekanan terhadap habitat gajah akibat alih fungsi hutan dan perburuan liar.

Beragam pertunjukan ditampilkan dalam festival tersebut, mulai dari teaterikal bertema gajah oleh seniman Riau, pembacaan puisi, hingga lomba menulis puisi tingkat nasional dan lomba mewarnai bagi anak-anak.

Baca :

Kapolda Riau, Irjen Pol. Herry Heryawan, mengatakan kegiatan ini ditujukan untuk mendorong kepedulian masyarakat, terutama generasi muda, terhadap satwa dilindungi yang tidak mampu menyuarakan ancamannya sendiri.

“Kita mengajak masyarakat untuk peduli terhadap gajah yang tidak bisa bersuara. Kita harus menjadi wakil mereka untuk menjaga kelangsungan hidupnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Herry uga meluncurkan buku berjudul Sayangi Aku yang memuat pesan moral tentang pentingnya menjaga kelestarian satwa, khususnya gajah Sumatera.

Festival ini merupakan kolaborasi antara Polda Riau dan Komunitas Seni Rumah Sunting, sebagai bagian dari pendekatan kreatif dalam kampanye konservasi yang menyasar ruang publik.

Herry mengungkapkan, kondisi gajah Sumatera saat ini semakin rentan. Alih fungsi kawasan hutan menjadi perkebunan serta praktik perburuan liar tidak hanya mengancam populasi, tetapi juga memicu konflik antara manusia dan satwa di sejumlah wilayah di Riau.

Menurut dia, kepolisian telah mengungkap sejumlah kasus perburuan gajah dan akan terus memperkuat penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan terhadap satwa dilindungi.

Upaya tersebut dilakukan bersama pemangku kepentingan, termasuk Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau dan pengelola Taman Nasional Tesso Nilo.

Melalui festival ini, masyarakat diharapkan tidak sekadar terhibur, tetapi juga memahami urgensi pelestarian gajah dan terdorong untuk terlibat aktif menjaga habitat alaminya.

Edukasi sejak dini kepada anak-anak dinilai menjadi kunci untuk membangun kesadaran jangka panjang terhadap perlindungan lingkungan dan satwa liar.*

Terbaru
华 闻
Yayasan Panti Cahaya Kehidupan Bahagia Gelar...
Selasa, 28 April 2026 | 14:52:17 WIB
HPT Rohil Juara Turnamen Tenis Meja IKTS...
Minggu, 26 April 2026 | 18:00:00 WIB
15 Tim Ikuti Tenis Meja IKTS Cup...
Minggu, 26 April 2026 | 11:25:19 WIB
Artikel Popular
2
4
5
politik
DKPP Terima 765 Aduan Pelanggaran Etik...
Selasa, 21 April 2026 | 20:10:00 WIB
KPK Beri Usulan untuk Revisi UU Parpol hingga...
Minggu, 19 April 2026 | 11:40:14 WIB
hukum
Nasional
Aswin E Siregar Kembali Nahkodai IKA FH USU...
Minggu, 19 April 2026 | 20:32:15 WIB