|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Dhammayatra berarti berziarah ke tempat-tempat suci yang dipuja dan dihormati dalam Agama Buddha. Memiliki tujuan untuk meningkatkan keyakinan, memperdalam pemahaman dhamma, menghormati tempat-tempat suci dan merenungkan sifat-sifat luhur Buddha. Sering dilaksanakan saat menyambut Hari Tri Suci Waisak.
Di Provinsi Riau, Candi Muara Takus Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar menjadi salah satu tujuan Dhammayatra. Dihadiri ribuan umat Budddha dari berbagai kabupaten dan kota, Kamis (14/5/2026). Diisi pradaksina dengan mengelilingi Candi Muara Takus sebanyak tiga kali.
Dharmayatra ke Candi Muara Takus dipimpin Upasaka Pandita Ajjuno Wiryanto Bukrim dan Upasaka Pandita Viriya Bhadrakhamajatika Suroso. Sedangkan Dhammadesana disampaikan oleh YM Pannapadipo Mahathera yang merupakan Ketua Sekretariat Wilayah (Sekwil) Sangha Agung Indonesia Provinsi Riau.
Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau, Wiryanto S Ag MM meyambut baik Dharmayatra ke Candi Muara Takus yang merupakan situs sejarah umat Buddha diyakini peninggalan Kerajaan Sriwijaya.
Ia mengajak masyarakat, khususnya umat Buddha bersama pemerintah untuk menjaga dan terus merawat Candi Muara Takus. "Umat Buddha harus punya rasa memiliki, karena keberadaan Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar menandakan umat Buddha pernah ada di sini. Bukti peradaban yang pernah tumbuh di Bumi Lancang Kuning," terangnya.

Selain itu, Candi Muara Takus yang berasal dari abad ke-4 hingga ke-11 masih memiliki nilai sejarah dan seni yang tinggi. Merupakan salah satu candi tertua di Indonesia. "Saya mengajak umat Buddha untuk sering-sering datang atau berkunjung ke Candi Muara Takus. Selain Dharmayatra, Candi Muara Takus bisa untuk ritual lainnya," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Provinsi Riau, Romo Hanlun mengatakan, Dharmayatra ke Candi Muara Takus dihadiri sekitar 1.000 umat. Berasal dari kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Dharmayatra merupakan kegiatan rutin setiap memperingati Tri Suci Waisak.
"Dhammayatra ke Candi Muara Takus merupakan rangkaian peringatan menyambut Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE) jatuh pada tanggal 31 Mei 2026," ujarnya.
Tahun ini, lanjutnya, perayaan Waisak mengambil tema 'Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia'.
Ia berharap Dhammayatra ke Candi Muara Takus dapat meningkatkan kerukunan antar umat beragama. "Candi Muara Takus merupakan satu peninggalan sejarah. Saksi perjalanan Agama Buddha pernah berputar di nusantara," tegasnya.
Perayaan Waisak memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Siddhartha Gautama, yaitu kelahirannya, pencapaiannya dalam mencapai pencerahan, dan kematiannya atau Parinirvana.
Dharmayatra ke Candi Muara Takus turut dihadiri perwakilan Majelis Agama Buddha Riau, puluhan Bikkhu dari Sekwil Sangha Agung Indonesia Provinsi Riau.*