|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan pemantauan hilal awal Zulhijah 1447 Hijriah di 88 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Pemantauan tersebut menjadi bagian penting dalam sidang isbat penentuan awal Zulhijah sekaligus penetapan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Sidang isbat dijadwalkan berlangsung pada 17 Mei 2026 atau bertepatan dengan 29 Zulkaidah 1447 H di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Jakarta.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat mengatakan, sidang isbat akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari duta besar negara sahabat, Wakil Menteri Agama, Komisi VIII DPR RI, BMKG, Badan Informasi Geospasial (BIG), BRIN, Majelis Ulama Indonesia (MUI), ormas Islam, pakar falak, akademisi, hingga pimpinan pondok pesantren.
“Sidang isbat menjadi forum bersama untuk memadukan hasil hisab dan rukyatul hilal guna menetapkan awal Zulhijah 1447 H secara akurat dan dapat diterima seluruh umat Islam Indonesia,” ujar Arsad di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Berdasarkan hasil hisab, ijtimak menjelang Zulhijah 1447 H diperkirakan terjadi pada Ahad, 17 Mei 2026 sekitar pukul 03.00.55 WIB. Saat rukyat dilakukan, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia diprediksi sudah berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 3 derajat 37 menit 51 detik hingga 6 derajat 54 menit 23 detik.
Sementara itu, elongasi atau jarak sudut antara bulan dan matahari diperkirakan berkisar antara 8 derajat 58 menit 23 detik hingga 10 derajat 36 menit 52 detik.
Menurut Arsad, pemantauan hilal dilakukan secara luas agar hasil rukyat semakin akurat dan dapat menjadi dasar kuat dalam pengambilan keputusan sidang isbat.
“Pemantauan hilal dilakukan secara luas di berbagai wilayah Indonesia agar hasil rukyat yang diperoleh semakin akurat dan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam sidang isbat,” ucapnya.
Adapun lokasi rukyatul hilal tersebar dari Aceh hingga Papua Barat. Sejumlah titik pengamatan berada di observatorium, pantai, rooftop gedung, menara pemantauan, hingga masjid strategis.
Di Aceh, rukyat dilakukan antara lain di Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang Lhoknga dan Km 0 Sabang. Sementara di DKI Jakarta, pemantauan dilakukan di Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Masjid Raya Hasyim Asy’ari, hingga Rumah Falak Pondok Labu.
Untuk wilayah Jawa Tengah, pengamatan dilakukan di Planetarium dan Observatorium KH Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang, Pantai Kartini Jepara, hingga Pantai Jetis Purworejo.
Sedangkan di Jawa Timur, titik rukyat tersebar di Pondok Pesantren Al Islam Joresan Ponorogo, Pantai Pancur Alas Purwo Banyuwangi, hingga Menara Rukyatul Hilal Tuban.
Kemenag berharap pelaksanaan rukyatul hilal di berbagai daerah dapat berjalan lancar, sehingga penetapan awal Zulhijah dan Hari Raya Idul Adha 1447 H dapat diumumkan secara tepat dan diterima seluruh masyarakat Indonesia.*