|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU — Aparat TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Aviation Security (Avsec) Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru kembali menggagalkan penyelundupan narkotika melalui jalur udara, Selasa (19/5/2026).
Kali ini, petugas menemukan paket berisi 919 gram sabu dan 1.653 butir pil ekstasi yang hendak dikirim ke Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui jasa ekspedisi udara.
Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Abdul Haris, mengatakan pengungkapan bermula pada pukul 05.00 WIB saat petugas Aviation Security (Avsec) menemukan paket mencurigakan dalam pemeriksaan kargo.
“Sekitar pukul 05.00 WIB, petugas menemukan satu paket yang mencurigakan. Setelah dilakukan pemeriksaan bersama, paket tersebut dipastikan berisi sabu-sabu dan pil ekstasi,” ujar saat jumpa wartawan di Gedung SSK II.
Abdul Haris menjelaskan, barang haram itu dikirim dengan modis dimasukkam dalam tangki sepeda motor dan dikemas dengan rapi. Kemudian paket tersebut akan dikirim ke Sulawesi Selatan menggunakan jasa ekspedisi udara.
Pengiriman dilakukan melalui penerbangan Lion Air dengan rute Pekanbaru menuju Yogyakarta sebagai transit, sebelum dilanjutkan ke Makassar pada penerbangan berikutnya sekitar pukul 20.00 WIB.
“Paket ini menggunakan jalur ekspedisi udara, transit di Yogyakarta, kemudian dilanjutkan ke Makassar,” kata Abdul Haris.
Modus tersebut menunjukkan bahwa jaringan pelaku memanfaatkan sistem distribusi kargo penerbangan berlapis untuk mengelabui pengawasan.
Meski barang bukti berhasil diamankan, aparat belum berhasil menangkap pelaku pengirim. Namun, identitas dan alamat yang tertera pada paket telah dikantongi dan sedang dalam proses penelusuran lebih lanjut.
“Pelaku pengirim belum diketahui, tetapi data dan alamat sudah kami dapatkan dan sedang kami telusuri,” ujarnya.
Barang bukti selanjutnya akan diserahkan kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk pengembangan jaringan dan penyelidikan lanjutan.
Abdul Haris menegaskan, upaya penyelundupan narkotika melalui jalur udara di Riau masih terus terjadi dan menjadi perhatian serius aparat.
Ia menyebutkan, sepanjang 2025, TNI AU telah menggagalkan penyelundupan 22,022 kilogram sabu, 5,32 kilogram ganja, serta ratusan butir ekstasi dan obat terlarang lainnya di Bandara SSK II.
Sementara itu hingga Mei 2026, pengungkapan narkotika telah mencapai 5,327 kilogram sabu dan 2,292 kilogram ganja. Untuk pil ekstasi, jumlah temuan bahkan meningkat menjadi 1.653 hingga 1.999 butir, atau melampaui capaian tahun sebelumnya.
“Ini menunjukkan bahwa jalur udara masih menjadi target utama jaringan narkotika,” ungkap Abdul Haris.
Abdul Haris menegaskan TNI AU bersama pengelola bandara dan instansi terkait akan terus memperketat pengawasan terhadap barang kiriman, terutama melalui jalur kargo.
Menurutnya, penguatan deteksi dini di area pemeriksaan menjadi kunci dalam mencegah penyalahgunaan jasa ekspedisi untuk peredaran narkotika.
“Apabila ada upaya penyelundupan atau pengiriman barang narkotika, kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk menggagalkannya demi kepentingan bangsa,” katanya.
Dikesempatan itu, Abdul Haris juga mengimbau perusahaan ekspedisi memperketat proses penerimaan dan penyortiran barang kiriman agar jalur logistik tidak dimanfaatkan sindikat narkoba.
“Jangan hanya meneruskan pengiriman, tetapi perlu dilakukan penelitian dan pemeriksaan lebih awal agar tidak disalahgunakan pihak yang tidak bertanggung jawab,” tutupnya.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Pgs) General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Yoko Harianto, mengatakan pihaknya berupaya maksimal untuk menggagalkan upaya penyekundupan barang ilegal.
“Petugas kami bekerja maksimal. Barang ditemukan melalui pemeriksaan manual dan terindikasi positif narkoba,” kata Yoko.
Ia menjelaskan, setelah ditemukan barang mencurigakan melalui pemeriksaan X-ray dan pengecekan manual, petugas segera berkoordinasi dengan Lanud Roesmin Nurjadin, Bea Cukai, dan BNN.
“Terkait pencegahan, petugas Aviation Security di area kargo bekerja sesuai prosedur. Jika ada barang mencurigakan dari hasil X-ray, langsung kami koordinasikan dengan instansi terkait,” tutur dia. "